Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2008

AKSELERASI…IHHHHH SYEREM YA MA ???

“Anak aksel pasti stress karena materi yang padat dimampatkan jadi dua tahun”, “bagaimana dengan perkembangan psikologi dan emosionalnya kalau mereka berteman hanya 20 orang dan lulus lebih cepat?”, “wah…ngga akan ada waktu buat maen dong, soalnya pasti akan banyak tugas, ulangan ama PR” Pertanyaan-pertanyaan diatas mungkin mewakili sebagian besar orang tua atau siswa ketika mendengar kelas akselerasi. Padahal pertanyaan dan pernyataan diatas muncul karena baik orang tua maupun siswa yang bertanya bukan orang cerdas istimewa. Kita selalu memandang anak cerdas dari sudut pandang kita yang tidak cerdas istimewa. Mereka kita anggap akan kesulitan belajar karena kita memang sulit belajar. Kita melihat mereka seolah stress padahal kita memang tidak cerdas. kita melihat mereka kewalahan belajar karena kita dulu kesulitan menyelesaikan tugas sekolah. Jadi kita memandang mereka selalu dari sudut pandang dan pengalaman sendiri tanpa mau memahami karakteristik, kebutuhan, hak d...

MENYIKAPI PRO DAN KONTRA PROGRAM AKSELERASI

Di masyarakat, masih menjadi pro dan kontra adanya program akselerasi bagi siswa cerdas istimewa. Hal ini karena belum tersosialisasinya program ini kepada masyarakat, baik pendidik maupun orang tua siswa. Tulisan ini mencoba menguraikan pengalaman sebagai guru di program akselerasi selama 6 tahun di SMP Taruna Bakti Bandung. Terlepas dari indikator maupun syarat seorang siswa yang berhak mengikuti program ini masih diperdebatkan di kalangan para akademisi dan psikologi, namun yang jelas sistem penyaringan dan penjaringan program akselerasi telah dibakukan oleh pemerintah melalui beberapa tahap. Oleh karena itu masalah penyaringan dan penjaringan akan dibahas di dalam tulisan lainnya. Program akselerasi adalah salah satu, sekali lagi SALAH SATU bentuk layanan pendidikan bagi anak yang memiliki kategori cerdas istimewa. Tentunya karena salah satu, maka masih dimungkinkan dan telah dicoba beberapa bentuk layanan bagi anak cerdas istimewa. Beberapa bentuk layanan yang bisa diberikan oleh ...

PROGRAM AKSELERASI SMP TARUNA BAKTI

MARI DISKUSI... SHARING... DAN BICARA MASALAH AKSELERASI, ANAK CERDAS ISTIMEWA, ABAK BAKAT ISTIMEWA ATAU APAPUN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENDIDIKAN....

RESOURCE CENTER KEBERBAKATAN SMP TARUNA BAKTI BANDUNG

Tujuan Resource Center Sesuai dengan kondisi yang ada, untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), merupakan jawaban terhadap tuntutan dan tantangan dalam era globalisasi. Hal ini merupakan persaingan antar bangsa di dunia sehingga titik perhatian, SDM harus mampu merubah struktur kualitas tenaga yang memiliki daya saing dan produktivitas tinggi dalam membangun pendidikan masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut, maka dibentuklah Resource Center bagi anak berbakat. Resource Center merupakan : - Lembaga yang memberikan bantuan kepada orang-orang berkebutuhan khusus, guru-guru umum, orang tua, dinas pendidikan dan sebagainya. - Melatih dan menempatkan kerja orang berkebutuhan khusus, - Mengadakan penelaahan terhadap berbagai kebutuhan pendidikan anak berbakat, bantuan tersebut diberikan kepada anak berkebutuhan khusus yang sedang dan akan belajar, sehingga anak berkebutuhan khusus itu dapat mengikuti proses pembelajaran, bantuan tersebut dapat berupa pelatihan, advokasi, peny...

PANCASILA TETAP IDEOLOGI YANG IDEAL

Mumpung masih bulan Juni, dimana Pancasila pertama kali dikumandangkan oleh Bung Karno, M Yamin dan Soepomo rasanya saya ingin merefleksi sedikit tentang landasan negara yang unik ini. Mengapa unik, karena selain menuai pujian di luar negeri, Pancasila justru banyak diragukan di negaranya sendiri. Rakyat ini bisa dibilang sebagai anak durhaka yang tidak mau mengakui keberadaan “Ibu Kandungnya” sendiri yang telah berperan dalam proses kemerdekaa negara Indonesia yang kita tempati ini. Terlepas dari kontroversi dan bantahan bahkan pembangkangan terhadap Pancasila, namun pada dasarnya saya ingin sekali menulis gelisah hati ini tentang Pancasila. Pancasila lahir dari nilai yang digali oleh seorang anak bangsa, menggambarkan sifat umum bangsa Indonesia dan hasil kompromi terbaik dari para pendiri bangsa ini. Inilah ciri Pancasila yang membedakannnya dengan ideologi lainnya. Terkadang ideologi lain merupakan paksaan atau hasil dari seleksi alam yang kej...

FILSAFAT DAN AGAMA

Buku dunia Sopie sudah memperkenalkan ilmu filsafat kepada saya dengan sangat sederhana. Namun walaupun sangat sederhana, tetap aja novel filsafat mah ga bisa dengan mudah dicerna tanpa perenungan seksama. Oleh karena itu, setelah membaca kita harus langsung menuangkannya dalam tulisan atau perenungan mendalam. Salah satu yang paling menarik perhatian saya adalah konsep tentang tuhan. Rasanya dengan bekal ilmu saya tentang Tuhan dalam Islam yaitu Allah yang sangat terbatas, maka saya tergugah untuk sedikit berfilsafat. Salah satu aliran filsafat ada yang mengemukakan bahwa alam adalah kesatuan dari beberapa unsur kecil yang ada di alam raya, dari mulai konsep unsur dasar air, tanah api dan udara terus ada konsep atom, ada konsep dunia ide dan konsep kekuatan dasar. Semua itu untuk menjelaskan tentang asal muasal kehidupan. Itu belum cukup! lalu berkembang kepada pertanyaan siapa yang membuat dunia ide, dimana kita menemukannya, siapa yang menyat...

AKU INGIN SEMUANYA BERAKHIR

Hentikan membunuh dengan mengatasnamakan Tuhan Untuk dijadikan tumbal pengabdianmu kepada syetan Hentikan berperang atas nama Tuhan Karena itu semua adalah kepalsuan Tuhan tak perlu darah….. Tuhan tak perlu derita dan air mata Tuhan adalah Tuhan yang tidak berharap apapun dari hambanya Akhiri menghujat dan mengadili atas nama Tuhan Karena itu semua ternyata hanyalah perang dalam bathinmu Aku yakin masuk syorga Karena Tuhan tak perlu neraka Tuhan tak berkepentingan hambanya di Syorga atau Neraka Tuhan mencipta Karena harus ada yang tahu kalau Dia memang ada 1 JUNI 2008

CINTA

Mengapa aku mengh irup ud ara yang aku tid ak tahu ak an mematikan ku atau meng hid upkanku Bandung, 4 Oktober 2007

Poros alam raya

Kalau bumi berputar pada porosnya, tata surya berputar mengelilingi matahari, maka Hidupku berputar mengelilingimu, anakku Tulangmu adalah cermin kerja keras kami menghidupimu bukan karena kau lahir dari darah daging kami Bukan karena kau adalah kewajiban kami Tapi kau adalah hidup kami itu sendiri Begitu lah kau dalam hidupku Tak ada rindu aku akan balas budimu Tak ingin aku pengabdianmu Kau adalah kau yang mempunyai hidupmu sendiri Aku adalah pengantarmu bersiap untuk hidupmu sendiri Berjalanlah dengan tegap menyongsong hidup yang keras ini dengan kelembutan dan kerendahhatian Darahmu adalah semangat kami membawamu dalam cinta Tak ada yang boleh mengurangkannya dalam hidupmu Kekerasan dan kekejaman hidup ini akan kau lawan dan kau hadapi dengan cinta kami Tinggalkanlah kami begitu kau yakin bisa hidup sendiri Isilah hidupmu dengan cita-citamu sendiri Dan kami selalu ada dibelakangmu Bagi kami Kau tak pernah bernoda Tak pernah bersalah Tak pernah kurang Karena kau adalah hidup kami s...

DITOLAK BUMI DAN LANGIT

OHHHH………BUMI IBU KESABARAN, BUNDA KELAPANGAN DI TANAH YANG KUPIJAK INI AKU DIUSIR DENGAN SEGALA KEHINAAN OHHHHHH……BUMI TEMPAT AKU BERPIJAK DALAM REALITA TEMPAT UMAT MANUSIA MENABUR SEGALA KELUH KESAH, SUMPAH SERAMPAH DAN TETENGEK BENGEK KEHIDUPAN BUMI TEMPAT MANUSIA MEMBUANG HAJAT NYA DARI MAKANAN HARAM YANG TERUS MENGISI PERUT BUMI TEMPAT MANUSIA KENCING AIR MEMABUKKAN DAN MEN-CANDU-KAN BUMI.. TEMPAT MANUSIA MENUAI KEKECEWAAN, KEGETIRAN DAN KEHANCURAN DIMANA LAGI AKU BERTEDUH DARI LEBATNYA HUJAN KEKOTORAN HIDUP BU……MI YANG SEBENTAR LAGI HANCUR TEMPAT DEDEMIT, JIN, KUNTILANAK DAN GENDERUWO BERCENGKRAMA DENGAN MANUSIA BUMI TEMPAT HIDUP DORNA, BRUTUS, PENJILAT DAN TOPENG TOPENG KEMUNIFAIKAN MENTERTAWAIKU YANG MENCOBA TELANJANG BULAT MENANTANG KEANGKUHAN INGIN AKU PERGI MENINGGALKAN MU YANG SUDAH RENTA YANG SOMBONG DENGAN KEBESARAN YANG AROGAN BERKACAK PINGGANG DI DEPAN HIDUNGKU AKU INGIN BUNUH DIRI MELARIKAN DIRI MENGHINDAR DARI SEGALA KEPALSUAN INI AKU INGIN TERBANG KE LANGIT YANG KATAN...

TUHANKU BUKAN TUHANMU

Tuhanku bukan tuhanmu, Yang letaknya nun jauh disana tak terjangkau oleh dirimu Tuhanku ada disini, didalam diriku dan bersemayam dalam hatikku Tuhanku bukan tuhanmu, Yang selalu mengharap sembahanmu di setiap permintaanmu Tuhanku, terlalu besar mengharap semua itu Tuhanku bukan tuhanmu, Yang mengutuk dan memberi neraka dalam imajimu Tuhanku adalah pemberi syorga, dunia dan akherat kelak Tuhanku bukan tuhanmu Yang hanya menyuruhmu bertobat dari semua kesalahan Tuhanku adalah pemberi maaf dari semua tindakanku Tuhanku adalah Tuhanku Pemberi segala limpahan dunia dan harapan di sana kelak Tak ada kewajiban darinya kecuali rasa malu di diriku Tuk selalu mensyukurinya Tuhanku adalah Tuhanku Pengasih dan penyayang sehingga tak ada tugas untukku mengharumkan namaNya Tuhanku terlalu harum tuk disebut dalam kepalsuan Tuhanku adalah Tuhanku Hanya ada ketika aku membutuhkanNya Sehingga tak ada orang lain mampu menodainya Tuhanku adalah Tuhanku Yang membenci perang dan pertumpahan darah atas nama...

MENGHADIRKAN SUASANA DEMOKRATIS DI KELAS

Tulisan ini mungkin jauh dari sebuah karya tulis ilmiah, namun saya ingin berbagi pengalaman tentang proses belajar mengajar yang demokratis di kelas. Tulisan ini ingin sedikit merubah paradigma semua elemen yang terlibat dalam kegiatan belajar mengajar, khususnya guru sebagai “panglima: di dalam kelas. Kata “panglima” yang saya maksud adalah, selama ini guru sering menganggap bahwa dirinya adalah subyek dari sebuah proses pembelajaran, sementara siswa adalah tak lebih dari sekedar obyek yang harus menerima setiap tahapan pembelajaran tanpa menyadarkan arti dirinya sebagai manusia yang utuh, yang mempunyai kebutuhan dan pengalaman dalam setiap tahap kehidupannya. Demokratis yang dimaksud dalam kegiatan belajar di kelas adalah bagaimana kita, sebagai guru mampu membangun suatu suasana yang berlandasakan bahwa, belajar adalah dari siswa, oleh siswa dan untuk siswa. Suasana seperti ini sangat diperlukan agar siswa menyadari dan mengetahui untuk apa dirinya belaja...

MENDIDIK SISWA SADAR HUKUM MELALUI PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGKAT SEKOLAH

Peristiwa penyerbuan di Monas, dibakarnya pencuri motor yang tertangkap warga, tawuran antar warga desa akibat konflik batas desa atau peristiwa lainnya di dunia hukum semakin menyadarkan kita akan pentingnya pendidikan hukum sejak dini. Tapi pendidikan sadar hukum kita selama ini tidak lebih dari indoktrinasi, nasehat dan petuah tanpa makna karena siswa tidak dapat melihat dan merasakan pengalaman itu dalam kehidupan nyata sehari-hari. Oleh karena itu saya memiliki ide atau gagasan untuk membentuk “dunia peradilan” tingkat sekolah sebagai media pembelajaran hukum bagi siswa. SEPERTI APA PENGADILAN DI SEKOLAH ? Bayangkan…ada seorang siswa yang tertangkap oleh pihak sekolah melakukan pelanggaran yaitu ”Mabal” (kabur dari sekolah). Lalu di sekolah siswa tidak langsung mendapatkan vonis skorsing guru dengan sewenang-wenang dan tanpa memberikan kesempatan siswa untuk mengemukakan alasan. Tapi siswa tersebut dihadapkan pada majelis guru yang terdiri dari guru-guru yang ditunju...

PROFESIONALISME GURU, SIAPA YANG PUNYA ?

Kalau kita berbicara tentang profesionalisme guru, ada dua hal menarik yang ingin penulis paparkan disini sebagai wacana yang semoga dapat menambah wawasan dan masukan bagi semua unsur yang terlibat dalam pendidikan formal dan semoga dapat menjadi bahan evaluasi bagi guru sendiri. Pertama adalah adanya perbedaan penekanan dan tuntutan ketika berbicara profesioanlisme antara profesi guru dengan profesi lainnya. Profesi selain guru, seperti pengacara dan dokter ketika berbicara masalah profesionalisme, maka yang membicarakan masalah itu adalah kalangan mereka sendiri sebagai pelaku. Karena kalangan mereka sendiri yang berbicara, maka segala hal yang mereka ungkapkan, baik itu tugas, wewenang maupun etika profesi sangat lugas dan menyentuh kepentingan mereka secara praktis dilapangan. Dengan kemampuan dan daya tawar mereka yang tinggi di masyarakat maka ketika berbicara profesionalisme, yang muncul adalah nuansa hak. Misalnya mereka akan berkata, “karena kami profesional,...

SELAMATKAN ANAK CERDAS ISTIMEWA (1)

Tulisan ini adalah pembelaan terhadap anak-anak yang masuk dalam kategori cerdas istimewa, anak-anak dengan kategori intelektual di atas rata-rata teman sebaya mereka ( IQ >130 metode Wesler dan Cettel), memiliki komitmen terhadap tugas dan kecerdasan emosional yang tinggi (Joseph Renzuli,1978). Mereka yang selama ini tidak terlayani kebutuhan akan pendidikan lebih mendalam dan lebih mendasar. Mereka yang termarginalkan oleh sistem pendidikan yang menganggap pendidikan harus sama perlakuannya tanpa mengistimewakan kemampuan seseorang. Mereka yang harus menyesuaikan kemampuan lebih mereka dengan kemampuan teman-temannya yang biasa. Mereka yang harus mengerem keingintahuan mereka pada batas-batas umum yang telah ditetapkan oleh guru, oleh kurikulum dan oleh pemahaman masyarakat yang tidak mau peduli dengan kelebihan mereka. Bahkan ketika mereka menuntut mendapatkan pengetahuan yang lebih melalui banyak pertanyaan, maka mereka dianggap sebagai anak yang tidak menghargai...

FILSAFAT UNTUK REMAJA

”begitu banyak jawaban kita jejalkan kepada anak untuk mereka ingat daripada melontarkan masalah untuk mereka pecahkan” Pernahkah kita bertanya mengapa anak-anak kita, siswa kita atau kita sendiri selalu melanggar aturan yang ada dimasyarakat baik aturan tertulis atau hukum tidak tertulis ? apakah pelanggaran itu semata-mata karena ketidaktahuan atau justru karena sangat memahami (bahkan paham celah untuk menyiasatinya?) Pertanyaan ini begitu mengganggu mengingat berbagai berita pelanggaran aturan begitu lumrah kita peroleh sehari-hari. Apakah sudah sedemikian parahkah pemahaman kita akan ketertiban dan peraturan ? Mungkin salah satu penyebabnya adalah karena kita tidak pernah paham landasan filosofis dari suatu aturan. dan mungkinkah kita, guru mampu dan mau mengajarkan filsafat sebagai ilmu kebijaksanaan dan bunda segala pengetahuan kepada siwa-siswa kita? FILSAFAT BUKAN ILMU LANGIT Filsafat bukanlah ilmu bengong dan melamun massal. Ilmu ini adalah ...

BAGAIMANA MENGAJAR ANAK CERDAS ISTIMEWA ?

Dalam kegiatan mengajar, keberadaan siswa cerdas istimewa sering terabaikan. Hal ini disebabkan ketidakpahaman guru maupun sekolah dalam mengidentifikasi, memahami dan mengetahui berbagai hal tentang keberadaan siswa cerdas istimewa. CERDAS ISTIMEWA? Menurut Renzuli, anak cerdas istimewa adalah anak yang memiliki tiga komponen diatas rata-rata teman sebaya, yaitu Intellegence Quotient lebih dan sama dengan 130,Task Comitment dan Creativity Quotient diatas rata – rata (3). Dengan alat ukur ini maka siswa berhak mendapatkan pelayanan pendidikan khusus yang bersifat individual untuk lebih memaksimalkan kemampuan mereka. Masalahnya muncul karena masih banyak guru yang belum mengenal karakteristik anak cerdas istimewa dan bentuk pelayanan yang tepat untuk memaksimalkan potensi terpendam mereka. (amanat Undang-undang No.2 Th 1989 tentang Sisdiknas pasal 24 ayat 6 dan Undang-undang Sisdiknas No.20 Th 2003 pasal 5 ayat 4). Guru dapat melakukan pengamatan dini dengan memperhatikan beberapa kara...