Minggu, 14 Desember 2008 | 22:21 WIB KEKERASAN DI SEKOLAH TEMPO Interaktif, Jakarta :Dari 1.926 kasus yang dilaporkan sepanjang tahun ini, 28 persen diantaranya terjadi di lingkungan sekolah. Sisanya terjadi di lingkungan keluarga, lingkungan sosial dan lingkungan pekerjaan. Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen Indonesia, Yanti Sriyulianti menyatakan, kekerasan terhadap siswa tidak boleh diabaikan. "Harus jadi refleksi akhir tahun 2008. Stop budaya kekerasan dalam pendidikan," kata Yanti kepada Tempo, Minggu (14/12). Dia menambahkan, guru sebagai pendidik harusnya memperkuat solidaritas untuk memperbaiki kualitas pendidikan dan berhenti unjuk kekuatan kepada siswa. Senada dengan Yanti, pemerhati anak Seto Mulyadi menyatakan dengan alasan apapun seorang pendidik tidak dibolehkan memberikan hukuman dengan kekerasan kepada siswa. Hukuman, kata lelaki yang akrab dipanggil Kak Seto ini, tidak harus diberikan dengan cara-cara yang mengandung kekerasan, tapi bisa dengan cara...
Postingan
Menampilkan postingan dari Februari, 2009
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
H ASRAT UNTUK BERUBAH Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal Aku bermimpi ingin mengubah dunia Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku kudapai bahwa dunia tak kunjung berubah Maka cita-cita itupun aku persempit Lalu kupuskan untuk hanya mengubah negeriku Namun nampaknya Hasrat itupun tiada hasilnya Ketika usiaku semakin senja Dengan semangatku yang masih tersisa Kuputuskan untuk mengubah keluargaku Tetapi selakanya… Merekapun tak mau diubah Dan kini Sementara aku terbaring saat ajal menjelang Tibatiba kusadari… “Andaikan pertama-tama yang kuubah adalah diriku Maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan Mungkin aku bias mengubah keluargaku Lalau berkat inspirasi dan dorongan mereka Bias jadi akupun mampu memperbaiki negeri Kemudian siapa tahu Aku bahkan bias mengubah dunia” MENDIDIK KARAKTER DENGAN KARAKTER Mendidik dengan karakter, berarti mendidik dengan memberikan panutan. Masalah yang muncul terkadang adalah, standar panutan dan nilai setiap orang untuk menja...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Untuk kelas akselerasi II,, laporan nilai sementara dari IPS dua belum final dan masih dalam perhitungan sehingga nilai yang terpampangg sama sekali belum menujukkan hasil akhir untuk raport. terima kasih! NILAI AKSELERASI SEMESTER II NO INDUK NT NR NU R 080907019 85 83 81 82 080907022 85 84 69 78 080907029 90 88 73 82 080907045 85 85 73 80 080907048 90 84 76 81 080907054 85 82 70 77 080907064 90 89 89 89 080907091 85 84 80 82 080907098 85 84 86 85 080907112 90 87 90 88 080907125 90 83 89 85 080907131 85 83 84 83 080907135 90 85 73 80 080907136 90 85 76 81 080907138 85 84 76 81 080907159 85 84 83 83 080907174 85 83 83 83 080907177 90 84 89 86 080907184 85 85 83 84 RATA-RATA 87 84 80 83 KETERANGAN : 1. Nilai yang dipampangkan merupakan nilai dari IPS 2 (Pak Imam) saja. Belum termasuk nilai dari IPS...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
VALENTINE, MENGAPA DITOLAK? Ah...masyarakat Indonesia memang selalu latah budaya dan gagap pendapat. Ketika televisi merebak dan menayangkan gegar budaya barat, maka kemudian masyarakat Indonesia pun meniru, dengan mentah dan tanpa saringan yang memadai. Kita tidak pernah sesaat untuk merenungkan setiap nilai dari budaya yang datang ke negeri ini. Makanan, pakaian, sistem sosial, perayaan dan lainnya begitu kentara dilakukan tanpa mampu melakukan penyesuaian dengan nilai dan budaya yang tumbuh dalam masyarakat Indonesia. Misalnya dalam meniru gaya pakaian, tidak semua pakaian yang cocok dikenakan orang Amerika atau Eropa dapat cocok dipakai orang Indonesia, tapi dengan kecerdasan perancang busana, pakaian barat menjadi enak dipandang ketika dipakai di Indonesia. Tapi masih ada juga yang secara mentah meniru dan memaksakan dipakai di tengah masyarakat yang masih lekat dengan tata nilai kesopanan leluhur, sehingga terkesan jauh dan terpisah dalam tata pergaulan masyarakat. Ada hal...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
MENEMUKAN GAYA BELAJAR ANAK “Pak Imam, anak saya sangat susah kalau disuruh belajar. Kami harus bertengkar dulu sebelum akhirnya dia mau duduk di meja belajar dan membaca buku pelajaran. Bagaimana yang menumbuhkan motivasi internal sehingga mereka menyadari bahwa belajar itu untuk kepentingan mereka sendiri. Bahwa bawwelnya kita adalah demi kebaikan mereka sendiri” begitu orang tua curhat masalah anak-anak mereka. “Bapaaa….kkk, kenapa orang teh selalu cerewet ama marah ke kita kalau nyuruh belajar. Kan pegel pak lama-lama di belakang meja belajar dengan sorot lampu belajar dan setumpuk buku pelajaran. Bapak saya selalu mengatakan cara belajar saya salah. Ibu saya selalu mengatakan jam belajar saya masih kurang. Padahal khan nilai pelajaran saya ngga jelek-jelek amat” , begitu siswa curhat masalah orang tuanya kepada saya. Ada yang pernah mengalami hal di atas? Pasti ada yang salah dalam komunikasi antara seorang ayah dengan anaknya ketika masalah ini muncul. Kedua-duanya...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
“Pak Imam, anak saya sangat susah kalau disuruh belajar. Kami harus bertengkar dulu sebelum akhirnya dia mau duduk di meja belajar dan membaca buku pelajaran. Bagaimana yang menumbuhkan motivasi internal sehingga mereka menyadari bahwa belajar itu untuk kepentingan mereka sendiri. Bahwa bawwelnya kita adalah demi kebaikan mereka sendiri” begitu orang tua curhat masalah anak-anak mereka.
“Bapaaa….kkk, kenapa orang teh selalu cerewet ama marah ke kita kalau nyuruh belajar. Kan pegel pak lama-lama di belakang meja belajar dengan sorot lampu belajar dan setumpuk buku pelajaran. Bapak saya selalu mengatakan cara belajar saya salah. Ibu saya selalu mengatakan jam belajar saya masih kurang. Padahal khan nilai pelajaran saya ngga jelek-jelek amat” , begitu siswa curhat masalah orang tuanya kepada saya.
Ada yang pernah mengalami hal di atas?
Pasti ada yang salah dalam komunikasi antara seorang ayah dengan anaknya ketika masalah ini muncul. Kedua-duanya berbicara pada titik pan...