Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2009

CARA AGAR SISWA MUDAH MENGINGAT?

“Kita dapat menceritakan sesuatu kepada siswa dengan cepat dan siswa akan melupakan apa yang kita ceritakan itu dengan lebih cepat” Sebagai guru tentunya kita sering menemukan kasus dimana siswa sering melupakan materi yang telah diajarkan atau dibahas di depan kelas. Hal ini menjadi sebuah tantangan besar bagi guru karena hal tersebut berhubungan dengan metode dan cara seorang guru dalam menyampaikan sebuah materi pelajaran. Namun hal ini sering kurang dipahami guru sehingga sering pula guru menekankan kesalahan itu kepada siswa dengan tuduhan kurang memperhatikan, tidak konsentrasi atau tidak serius menyimak pelajaran. Hal ini tentunya tidak selamanya benar, karena menurut sebuah penelitian yang diungkap dalam buku Active Learning yang disusun oleh Melvin L.Silberman, bahwa pada umumnya guru yang menggunakan metode ceramah berbicara dengan kecepatan 100 hingga 200 kata permenit. Jika siswa benar-benar berkonsentrasi menyimak perkataan guru maka mereka akan mengingat sekitar 50 sa...

BERPIKIR HISTORIS....!

Gambar
(BAGAIMANA MENGEMBANGKAN SIKAP TOLERANSI ANTAR AGAMA DAN MEMAHAMI SEJARAH DALAM KONTEKS KEKINIAN…?) Ketika pertama kali mengajar IPS terpadu, yang saya khawatirkan adalah bagaimana saya harus mengajar sejarah. Sebuah mata pelajaran yang penuh dengan hapalan dengan deretan kejadian dengan angka-angka yang menunjukkan waktu peritiwa itu terjadi. Lantas apa yang harus saya lakukan menghadapi tanggung jawab ini? Akhirnya saya mengambil sikap untuk mengajar sejarah dari sudut pandang yang berbeda ! Sejumlah fakta sejarah dan segala legenda atau aksesoris cerita lainnya yang sering membuat sejarah menjadi bias, saya serahkan kepada siswa untuk menghapalkannya. Tugas saya sekarang adalah bagaimana saya mencoba menggali hikmah, makna dan nilai dari setiap peristiwa yang pernah dialami oleh bangsa ini. Dan sejalan dengan waktu, saya semakin memantapkan diri untuk mengembangkan sebuah misi pribadi yang lebih khusus, yaitu ingin membangun sebuah kesadaran utuh pada siswa siswi untuk saling me...

PROFESIONALISME GURU, SIAPA YANG PUNYA ?

Gambar
Oleh : Imam Wibawa Mukti,S.Pd* (Diterbitkan Pada Harian Umum Galamedia, 3 Juli 2009) Kalau kita berbicara tentang profesionalisme guru, ada dua hal menarik yang ingin penulis paparkan disini sebagai wacana yang semoga dapat menambah wawasan dan masukan bagi semua unsur yang terlibat dalam pendidikan formal dan semoga dapat menjadi bahan evaluasi bagi guru sendiri. Pertama adalah adanya perbedaan penekanan dan tuntutan ketika berbicara profesioanlisme antara profesi guru dengan profesi lainnya. Profesi selain guru, seperti pengacara dan dokter ketika berbicara masalah profesionalisme, maka yang membicarakan masalah itu adalah kalangan mereka sendiri sebagai pelaku. Karena kalangan mereka sendiri yang berbicara, maka segala hal yang mereka ungkapkan, baik itu tugas, wewenang maupun etika profesi sangat lugas dan menyentuh kepentingan mereka secara praktis dilapangan. Dengan kemampuan dan daya tawar mereka yang tinggi di masyarakat maka ketika berbicara profesionalisme, yang muncul ad...

MENCINTAI PROFESI GURU DENGAN SEPENUH HATI

Gambar
Diawal kuliah, penulis merasa tidak yakin telah mengambil Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di salah satu universitas swasta di kota Bandung. Alasannya, selain memang bukan cita-cita dari kecil juga masih terbayang profesi guru yang menjadi profesi kelas dua, gaji yang kecil dengan berbagai pungutan yang besar, masa depan yang suram dan kehidupan serba apa adanya. Belum lagi tanggung jawab sebagai penjaga moral, etika, nilai agama dan dituntut menjadi teladan tidak hanya di depan siswa tapi juga di masyarakat pada umumnya. Tapi apa yang terjadi kemudian, seiring waktu dan setelah mengenal ilmu serfta profesi guru di pertengahan semester perkuliahan, sedikit demi sedikit kepercayaan diri ini muncul. Berbagai buku yang dibaca turut membuka wawasan dan menimbulkan tantangan tersendiri bagi “pertarungan” di masa depan. Ditambah keyakinan pribadi tentang masa depan pendidikan yang cerah. Hal ini menjadi keyakinan saya, pada suatu saat, masyarakat dan negara akan menyadari bah...

MENGHADIRKAN SUASANA DEMOKRATIS DI KELAS

Oleh : Imam Wibawa Mukti,S.Pd* Tulisan ini mungkin jauh dari sebuah karya tulis ilmiah, namun saya ingin berbagi pengalaman tentang proses belajar mengajar yang demokratis di kelas. Tulisan ini ingin sedikit merubah paradigma semua elemen yang terlibat dalam kegiatan belajar mengajar, khususnya guru sebagai “panglima: di dalam kelas. Kata “panglima” yang saya maksud adalah, selama ini guru sering menganggap bahwa dirinya adalah subyek dari sebuah proses pembelajaran, sementara siswa adalah tak lebih dari sekedar obyek yang harus menerima setiap tahapan pembelajaran tanpa menyadarkan arti dirinya sebagai manusia yang utuh, yang mempunyai kebutuhan dan pengalaman dalam setiap tahap kehidupannya. Demokratis yang dimaksud dalam kegiatan belajar di kelas adalah bagaimana kita, sebagai guru mampu membangun suatu suasana yang berlandasakan bahwa, belajar adalah dari siswa, oleh siswa dan untuk siswa. Suasana seperti ini sangat diperlukan agar siswa menyadari dan mengetahui untuk apa dirin...

PENINGKATAN LAYANAN PENDIDIKAN MELALUI PENERAPAN E-LEARNING PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI SMP TARUNA BAKTI BANDUNG

ABSTRAKSI “Lebih Cepat Lebih Baik karena tak ada rotan, akar pun jadi” Dengan segala keterbatasan yang ada, penulis merasa di tahun 2009 ini adalah tahun yang paling tepat untuk mempelopori pelaksanaan pembelajaran melalui e-learning. Hal ini dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, pertama karena adanya desakan kebutuhan sumber informasi yang paling “up to date” dalam proses pembelajaran IPS Terpadu. Kedua, karena adanya desakan kebutuhan akibat mobilitas dan aktivitas siswa maupun guru yang sangat tinggi. Ketiga, desakan orang tua yang khawatir dengan perkembangan teknologi informasi khususnya internet yang telah masuk dalam hampir semua kegiatan siswa. Keempat, fasilitas dan sarana yang ada di SMP Taruna Bakti masih belum maksimal dimanfaatkan oleh guru untuk menunjang pembelajaran karena selama ini fasilitas multimedia yang ada disetiap kelas baru sebatas dipakai untuk menayangkan film, power point dan presentasi siswa. Kelima, kemampuan dan fasilitas yang dimiliki sis...

SELAMATKAN SISWA CERDAS ISTIMEWA! (3)

Setelah kurang lebih sepuluh tahun program akselerasi berjalan, masih banyak diantara pengelola pendidikan, termasuk penyelenggara sekolah yang menjalankan program akselerasi, belum memahami hakekat keberadaan program akselerasi ini. Beberapa kesalahan paradigma ini diantaranya : 1. Menganggap program akselerasi hanya sekedar aksesoris sekolah yang dapat memiliki niali jual kepada masyarakat untuk meningkatkan status sekolah. Sekolah seperti ini bisa dilihat dari mulai cara perekrutan, pengelolaan dan proses pembelajaran di kelas akselerasi. Dan ketika ada program lain yang lebih "menjual" maka sekolah akan berpaling pada program baru tersebut dan menganggap program akselerasi tidak lagi diperlukan. 2. Kurangnya kesadaran dari pihak sekolah tentang eksistensi atau keberadaan siswa yang cerdas istimewa yang secara asasi memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya. Kekurangsadaran tersebut menyebabkan guru, kepala sekolah atau pengelola program ...

SELAMATKAN SISWA CERDAS ISTIMEWA! (2)

Assalamualaikum Wr, Wb Program Akselerasi adalah sebuah program di sekolah kami dikarenakan kebutuhan dan memang ada aturan mainya seperti UU, selama aturan mainnya belum diganti dengan yang baru maka kami dilapangan masih tetap menjalankan prgram ini, plus minus dilapangan kita kembalikan kepada komsumen, orangtua sebagai pemakailah yang tahu lebih banyak keuntungan. Kepercayaan mereka kepada sekolah dalam menjalankan program akselerasi sangat penting, karena itu program ini masih tetap berlanjut disekolah kami (SMP Plus Islamic Village), Untuk peminat tidak diragukan lagi cukup banyak, hanya karena seleksinya ketat sehingga yang bisa masuk kelas ini hanya sedikit. Saya menyakini program ini masih tetap dibutuhkan, pengalaman kami dari tahun 2001 hingga sekarang sudah dapat kami amati siswa aksel kami yang berada di perguruan tinggi, dan apresiasi orangtua kepada kami luar biasa positif, kata mereka kelas ini sangat efisien dan tidak buang-buang waktu anak mereka. Kemarin tanggal 15 j...

SELAMATKAN SISWA CERDAS ISTIMEWA! (1)

Beberapa sekolah menginformasikan tentang adanya upaya untuk menutup program aksel di tempat mereka. ada yang mengajukan alasan penerapan SKS sehingga otomatis yang pintar bisa cepat selesai. ada pula yang mengajukan alasan SBI/RSBI yang pembelajaran MIPA juga menggunakan bahasa inggris dan berbasis IT. Lalu bagaimana aksel ke depan. kalau kita liha UU no. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional jelas-jelas menyatakan bahwa anak cerdas/ berbakat istimewa berhak mendapatkan pendidikan khusus. sampai ini belum ada rumusan yang jelas...seperti apa yang dimaksud dengan pendidikan khusus itu. dari sisi ini sebenarnya program aksel yang sekarang berjalan dapat dianggap memiliki kekhususan, yaitu dikelompokkan berdasarkan tingkat IQ serta menyelesaikan pendidikan lebih cepat daripada reguler.. tapi...yang berjalan sekarang pun, terus diobok-obok dengan alasan inklusivitas dan ketidakseimbangan pengembangan diri karena terlalu fokus pada kemampuan akademik. belum lagi ada tulisan di sebuah ...

DAFTAR SISWA AKSELERASI ANGKATAN 6 DAN SMA LANJUTAN

Adi : Bpk Penabur Anggin : Taruna Bakti Dinar : Angela Dwiky : Taruna Bakti Erin : 3 (RSBI) Fajar : Taruna Bakti Genki : Taruna Bakti Arif : Taruna Bakti Hafizh : Taruna Bakti Kamila : Taruna Bakti Ifa : 3 (RSBI) Lira : Taruna Bakti Malik : 3 Mulky : 5 Garid : 3 (RSBI) Dzaky : Taruna Bakti Benit : Taruna Bakti Sena : 3 (RSBI) Shanry : Taruna Bakti Selamat ya....semoga ...

MEMBANGUN KEPRIBADIAN ANAK DENGAN CINTA

Dengan cinta maka orangtua dapat menerima anak apa adanya. Terlepas dari apakah orangtua melihat kelebihan anak ataukah tidak, terlepas dari apakah orangtua menyukai cacat (kelemahan) anak atau tidak. Tentu saja hal ini hanya mungkin bagi orangtua yang memiliki tanggungjawah. Orangtua yang baik tidak akan menuntut anaknya untuk sama dengan anak lainnya. Karena setiap individu adalah unik. Kita dapat membentuk kepribadian anak kita, tetapi bukan untuk menyamakan karakter mereka. . Seperti kita lihat sahabat Umar ra, Abu Bakar ra dan sebagainya, mereka tidak memiliki karakter yang sama meskipun masing-masing mereka merupakan pribadi-pribadi yang islami. Keunikan mereka justru menjadian mereka ibarat bintang-bintang yang gemerlapan di langit, terangnya bintang yang satu tidak memudarkan terangnya bintang yang lain. Begitu pula halnya dengan kreatifitas, setoap sahabat adalah insan kreatif. Masing-masing mereka memiliki dimensi kreatifitas sendiri-sindiri. Salman Al-Farisi penggagas perang...

Mengenal Aral Kreativitas

Kreatifitas adalah jantung dari inovasi. Tanpa kreatifitas tidak akan ada inovasi. Sebaliknya, semakin tinggi kreatifitas, jalan ke arah inovasi semakin lebar pula. Sayangnya, banyak pendapat keliru tentang kreatifitas. Misalnya, kreatifitas itu hanya dimiliki segelintir orang berbakat. Lebih salah kaprah lagi, kreatifitas itu pembawaan sejak lahir. John Kao, pengarang buku Jamming: The Art and Discipline in Bussiness Creativity, (1996), membantah pendapat ini. "Kita semua memiliki kemampuan kreatif yang mengagumkan. Dan benar kreatifitas bisa diajarkan dan dipelajari," kata Kao. Kreatifitas selalu dimiliki orang berkemampuan akademik dan kecerdasan yang tinggi. Ini juga pendapat keliru. Berbagai penelitian membuktikan, sekalipun kreatifitas bisa dirangsang dan ditingkatkan dengan latihan, namun tidak berarti orang cerdas dan berkemampuan akademik tinggi otomatis bisa kreatif. Lagi pula, untuk jadi kreatif ternyata tidak cukup berbekal skill dan kemampuan kreatif belaka. John...