Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2009

BAGAIMANA BERBICARA AGAR ANAK BERPIKIR (2)

(bagian kedua dari tiga tulisan) Edisi Adversity Quotient BAGAIMANA BERBICARA AGAR ANAK BERPIKIR Pada tulisan pertama... A. Cara Berbicara Yang Membuat Anak Sulit berpikir B. Prinsip-Prinsip Penuntun EQ 1. Prinsip-prinsip keseharian 2. Teknik-teknik bertanya Guru maupun orang tua sering menganggap bahwa bertanya bukan pekerjaan yang sulit. Hanya merangkai kalimat dengan kata depan apa, mengapa, siapa, bagaimana, dimana lalu diikuti dengan tekanan diakhir kalimat. Beres! Setelah itu kita tinggal menunggu jawabannya. Tapi tahukah kita, terkadang (sering juga sih) lupa bahwa mengajukan sebuah pertanyaan memiliki teknik-teknik tertentu supaya apa yang kita maksud itu sampai dan kita mendapatkan jawaban yang sesuai. Mengajukan pertanyaan terbuka Menurut Maurice J. Elias dkk dalam buku Cara Efektif Mengasuh Anak Dengan EQ , mengatakan ada empat jenis pertanyaan : Pertanyaan kausal : ”mengapa kau memukulnya?”, ”mengapa kau mengganggunya”, ”mengapa kamu abaikan nasehat mama?”. Pertanyaan ...

Berpikir Positif....hati jernih...pikiran bersih....!

Tadi pagi saya dengar satu cerita perumpamaan yang sangat bagus dari sebuah radio lokal..bagi saya layak untuk dibagikan..cerita tentang seorang ceria dan pemurung. si ceria yang mempunyai sebuah handphone selalu dengan senang hati meminjamkan kepada si pemurung jika membutuhkan untuk telepon ke teman-temannya atau kerumah. Sebaliknya si pemurung yang secara sengaja tidak mempunyai handphone karena dalam pikiran si pemurung, jika mempunyai handphone maka dia harus dengan berat meminjamkan juga kepada si ceria atau teman-temannya. Bahkan si pemurung selalu merasa orang tuanya tidak menyayanginya dan selalu mengeluarkan keluhan kepada orang tuanya. Orang tua dari si ceria dan pemurung mengetahui hal ini dan situasi yang ada diantara si ceria dan pemurung. Maka itu mereka berencana untuk melakukan pengujian terhadap mereka berdua. Mereka ingin bisa masing-masing dari anak mereka merasakan perasaan yang berbeda dengan kebiasaannya sehari-hari. Orang tua mereka memberikan si pemurung sebu...

BAGAIMANA BERBICARA AGAR ANAK BERPIKIR

Edisi Adversity Quotient (bagian pertama dari tiga tulisan) Kunci agar anak kita mampu bertahan hidup dengan saya tahan yang tinggi dan tidak mudah menyerah adalah dengan cara mulai mengajarkan anak kita berpikir, berkata dan bertindak secara mandiri. Biasanya, karena rasa cinta yang sangat besar, maka orang tua cenderung menghindarkan mereka dari rasa sakit, kesulitan dan masalah dari lingkaran hidup mereka sendiri. Sehingga ketergantungan mereka kepada kita sebagai orang tua menjadi lebih dominan ketimbang kemampuannya melepaskan diri secara pikiran dan tindakan. Padahal dalam kenyataannya, kita tidak akan bisa mendampingi mereka selamanya. Kita tidak akan bisa membuat hidup mereka selalu sesuai dengan harapan kita. Dan pada saat itu, kita mengharapkan anak mampu berpikir secara mandiri disaat kita tidak sedang berada disisi mereka. Tantangan lain adalah, orang tua tidak bisa benar-benar objektif terhadap anak kita. Bagaimanapun orang tua memiliki ikatan emosi yang sangat kua...

MENINGKATKAN ADVERSITY QUOTION BAGI SISWA AKSELERAN

Setelah mengenal apa itu AQ, lantas pertanyaannya adalah apa yang harus orang tua dan guru lakukan untuk meningkatkan daya tahan siswa akselerasi terhadap berbagai kesulitan yang akan dan tengah mereka hadapi? AQ sangat perlu ditanamkan kepada siswa akselerasi mengingat beberapa hal yang mereka alami di dunia pendidikan dan dunia masyarakat sangat berbeda dengan para siswa atau anak pada umumnya. Misalnya, dengan kecerdasan mereka yang tinggi, tentunya banyak hal dalam benak mereka yang terus bergejolak, baik pikirannya maupun emosinya. Kemampuan mereka untuk menangkap suatu gejala dan fenomena dalam hidupnya biasanya melampaui usia mereka sehingga terkadang pengetahuan mereka belum diiukti kematangan emosi dan psikologinya. Disaat yang sama, siswa akselerasi menghadapi banyak tantangan yang dapat diartikan sebagai kesulitan yang mereka hadapi. Seperti prestasi belajar yang kurang optimal, pergaulan yang terbatas, kurang mendapatkan wahana untuk mengekspresikan diri atau adanya b...

ADVERSITY QUOTIONT

Makhluk apalagi ini dan apa manfaatnya bagi siswa akselerasi? Setelah kita mendengar teori tentang Intellegence Quotient (IQ) yang dicetuskan oleh Alfred Binet pada tahun 1923 dengan deret angka dan penafsirannya, lantas kita dikejutkan dengan terbitnya buku Emotional Intellegence (EQ) Daniel Goldman yang membuktikan bahwa 85% orang yang berhasil ternyata karena kecerdasan emosinya baik. Karena dengan kecerdasan emosi, seseorang memiliki kemampuan untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan dan dirinya sendiri sehingga mereka memiliki kompetensi pribadi dan kompetensi social. Pengetahuan terus berkembang, kemudian kita juga mengenal adanya Spiritual Quotient (SQ) yang dipaparkan oleh Danah Johar dan Ian Marshal , sekarang dimunculkan sebuah teori yang berusaha untuk menjembatani semua kecerdasan tersebut dengan teori yang disebut Adversity Quotient yang dicetuskan oleh Paul G Stolz pada tahun 1997. Mengenal Adversity Quotient Adversity menurut kamus Cambridge adalah “a difficult or ...

KAMI YAKIN, KALIAN BISA BERBUAT LEBIIH BAIK WAHAI ANAKKU…

Anakku…sebentar lagi akan menghadapi ujian negara. Walaupun bukan satu-satunya penentu keberhasilan kalian di masa depan, tapi ujian ini adalah fase yang harus kalian hadapi. Lari dan menghindar atau tidak peduli tidak akan pernah membuat kalian mampu melewatkan ini dalam pengalaman pendidikan kalian. Di waktu SD pun kalian pernah menghadapinya, dan ternyata kalian bisa melaluinya dengan sangat gemilang. Dan sangat mungkin akan mengalaminya kembali dengan hasil yang sangat gemilang pula. Anakku...akan seperti apa yang akan kita raih kelak adalah akkumulasi dari usaha kalian selama ini! Tidak ada alasan kalian mengabaikan usaha saat ini dengan alasan ”toh ujiannya juga belum!”, atau dengan mengatakan ”sekarang aku belum serius pak...tapi nanti pas ujian pasti akan lebihserius”. Tapi ingat... Apa yang kita raih kelak adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang kita lakukan terus menerus. Keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja. Bila kita yakin tujuan dan jalan kita, maka ki...

MENGAPA ORANG TUA DAN SEKOLAH PANIK MENGHADAPI UJIAN NEGARA?

(Dipersembahkan beserta doa kepada siswa akselerasi yang akan menghadapi ujian negara!!!) Ini bukan menjadi masalah bagi siswa akselerasi saja, tapi masalah umum yang kita temui di dunia pendidikan dan ini bukan masalah pro atau kontra, tapi kenyataannya sampai sekarang, ujian negara seolah menjadi momok mengerikan bagi semua pihak yang terlibat di dunia pendidikan (kecuali bagi penyelenggara dan memiliki kepentingan langsung). Orang tua, guru dan siswa terbiasa menghadapi masa-masa mengerikandan melelahkan dalam melakukan persiapan dan menjalani kegiatan ujian negara. Setiap menghadapi ujian negara, maka yang terkesan muncul ke permukaan adalah kepanikan. Kepanikan baik dari pihak orang tua yang khawatir anaknya akan mendapatkan nilai buruk, tidak bisa masuk ke sekolah favorit atau bahkan tidak lulus. Sementara sekolah khawatir nilai rata-rata hasil ujian siswanya turun drastis atau ada siswa yang tidak lulus. Mengapa itu terjadi? Banyak hal yang memang harus dibenahi di dunia p...

Bagaimana Menjadi Seorang Yang Kreatif

Kreativitas bukanlah hanya untuk artis-artis saja. Ia menjadi sebagai batu loncatan untuk kesuksesan seseorang dalam segala bidang. Mereka yang tahu bagaimana menggunakan fikiran kreatif dalam menyelesaikan sesuatu masalah akan menjadi seorang yang paling cemerlang dalam karier, membina banyak bisnis yang menguntungkan dan sukses menarik banyak kawan-kawan yang bijak pandai. Setiap orang mempunyai daya kreativitas yang tersendiri. Malangnya, mereka tidak belajar bagaimana cara untuk menggunakannya. Daya kreativitasas tersebut tersimpan didalam fikiran mereka, tidak digunakan setiap hari. Laporan ini membongkar rahsia bagaimana untuk menjadi seorang yang kreatif dan sukses! Kebijaksanaan : Bagaimana Menggunakannya “OH iya, kenapa aku tidak terfikir seperti itu?” Bukankah itu yang selalu anda katakan apabila seseorang telah mendapat jawaban kepada masalah yang agak rumit? Apabila masalah seperti tidak bisa diselesaikan macam bi...

LAYANAN PENDIDIKAN TERHADAP ANAK BERBAKAT

Pada tulisan ini saya tidak lagi menyentuh tataran landasan yuridis maupun landasan filosofis dari perlu layanan pendidikan terhadap siswa berbakat istimewa. Itu sudah banyak dibahas pada tulisan-tulisan saya sebelumnya. Pada prinsipnya, layanan terhadap anak cerdas dan bakat istimewa itu sama, yaitu pemenuhan hak anak untuk mendapatkan layanan pendidikan sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya. Yang harus menjadi landasan terpenting adalah visi dan niat sekolah penyelenggara dalam mewujudkan layanan terhadap siswa berbakat istimewa. Jangan sampai pelaksanaan ini hanya dilandasi oleh keinginan membuka proyek baru, menjadi pos pemasukan alternatif bagi sekolah atau hanya sekedar untuk menerima bantuan pemerintah baik dalam hal dana maupun sarana. Kesalahan ini akan berdampak pada kualitas seleksi, kurikulum dan pendampingan dalam proses pembelajaran. APA YANG DIMAKSUD DENGAN BAKAT ISTIMEWA? Pengertian keberbakatan dalam pengembangannya telah mengalami berbagai perubahan dan kin...

BAGAIMANA MENGATASI “PEMBERONTAKAN” ANAK AKSELERASI?

Kasus disini memang sangat kasuistis dan belum tentu ada di sekolah lainnya. Namun semoga bisa berbagi pengalaman bagaimana menangani anak akselerasi yang memiliki sifat pemberontak. Pemberontakan atau katakanlah sifat menentang aturan yang ada memang telah melekat dan menjadi salah satu karakter dan ciri dari anak-anak yang memiliki tingkat intelektual yang tinggi. Mereka bisa melakukan pelanggaran bukan tanpa sebab, bukan tanpa alasan atau bukan tidak melalui perhitungan. Mereka cenderung hanya menguji, menakar dan mencoba sampai sejauh mana sebuah aturan diberlakukan, bahkan mungkin ada siswa yang mempertanyakan apa efeknya aturan itu terhadap dirinya apabila ada di keluarga atau di sekitarnya. Tulisan ini pun tidak bermaksud untuk menyudutkan atau bahkan membiarkan pelanggaran tersebut namun lebih kepada antisipasi kita selaku guru untuk melakukan pendampingan terhadap mereka. Perlakuan khusus akan semakin membuat mereka asing bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya, namun menya...
MEMANFAATKAN WAKTU LUANG UNTUK MENGEMBANGKAN KREATIVITAS SISWA !!! Untuk siswa akselerasi…. Adakah waktu luang bagi siswa yang mengikuti program akselerasi? Pertanyaan itu sangat sering dipertanyakan oleh orang tua atau guru. Ini berhubungan dengan materi yang dipadatkan dan waktu belajar di SMP/SMA yang hanya dua tahun dan di SD yang hanya lima tahun. Pertanyaan ini muncul karena ada dua factor, pertama karena kita sebagai guru, orang tua dan masyarakat belum memahami karakter anak akselerasi. Siswa yang mengikuti program akselerasi adalah siswa yang termasuk kategori cerdas istimewa sehingga idealnya siswa mampu menampung dan memahami informasi lebih banyak dan lebih cepat dari siswa lainnya. Sehingga pemampatan materi tidak lagi menjadi masalah dalam proses pembelajaran karena dilakukan melalui metode yang telah diatur dan direncanakan secara individual oleh guru. Idealnya!!! Apabila dalam proses terjadi penyimpangan, maka sekolah, orang tua dan guru harus melakukan introspe...