Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2008

APA YANG HARUS DILAKUKAN ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK CERDAS ISTIMEWA ?

Bagaimana perasaan orang tua ketika hasil pengamatan yang komprehensif dari psikolog menyimpulkan bahwa anaknya adalah termasuk dalam kategori anak yang memiliki kecerdasan istimewa ? Bingung ? Senang ? Takut dan khawatir ? atau merasa biasa saja dan tidak mau terlalu memikirkannya karena anda mengharapkan anaknya menjadi “manusia biasa” ? Rasa bingung muncul karena pemahaman kita mengenai anak cerdas istimewa masih sangat kurang. Mungkin yang kita ketahui hanyalah besaran IQ dan menyimpulkan anaknya pintar untuk kemudian menjadi bingung apa yang harus dilakukan. Masalah akan muncul ketika anak telah melalui proses tumbuh kembang di usia remaja. Berbagai tingkah laku dan ucapannya sangat merepotkan orang tua. Pertanyaan yang bertubi-tubi, keinginannya untuk membongkar radio yang ada dirumah atau mungkin sering melakukan kegiatan yang tidak umum untuk seusianya. Dilain pihak mungkin juga ada orang tua yang merasa senang karena anaknya memiliki kemampuan akademis diatas rata-rata teman s...

MEGEMBANGKAN KREATIFITAS ANAK CERDAS ISTIMEWA

Kreatifitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk sikap, karya maupun kombinasi dalam hal-hal yang sudah ada, yang semuanya relatif berbeda dengan apa yang sudah ada . (Kreatifitas, Reni Akbar Hawadi/Grasindo). Cerdas istimewa adalah anak yang oleh orang-orang profesional diidentifikasikan sebagai anak yang mampu mencapai prestasi tinggi karena mempunyai kemampuan-kemampuan yang unggul (Utami Munandar, Anak-anak berbakat:pembinaan dan Pendidikannya,1982) yang menurut konsep Renzulli, anak cerdas istimewa adalah anak yang memiliki tiga ciri pokok yaitu kemampuan umum (intelektual) di atas rata-rata, kreativitas diatas rata-rata dan komitmen terhadap tugas yang tinggi. Jadi, kreatifitas adalah kemampuan yang telah dibawa oleh anak yang masuk dalam kategori anak/siswa cerdas istimewa. Namun kemampuan ini masih dalam bentuk potensi yang harus dikembangkan baik oleh orang tua, guru dan lingkungannya. Dalam...

MENANAMKAN NILAI-NILAI PANCASILA PADA DIRI SISWA

Sampai saat ini, penulis masih tetap yakin bahwa Pancasila adalah ideologi terbaik dan paling cocok untuk negara Indonesia yang dihuni oleh rakyatnya yang bersifat heterogen dan majemuk baik dari aspek suku bangsa, agama, ras maupun golongan. Bahkan beberapa kenyataan yang seolah memojokkan Pancasila dan melahirkan keraguan pada masyarakat Indonesia akan keampuhan Pancasila sebagai ideologi bangsa, tidak menyurutkan keyajinan tersebut. Sama halnya dengan agama yang tidak serta merta menjadikan pemeluknya menjadi baik dan sesuai dengan nilai ideal yang telah ditentukan, tentunya Pancasila pun tidak menjamin bahwa pelaku ideologi tersebut akan otomatis menjadi Pancasilais, karena dalam kenyataannya dari mulai Pancasila lahir sampai saat ini, berbagai peritiwa yang menyangkut pemerintahan maupun kehidupan rakyatnya terasa semakin jauh dari nilai-nilai Pancasila itu sendiri. Hal ini tentunya disebabkan oleh banyak faktor yang mempengaruhinya. Sejarah dan pengalaman dari bangsa sendiri maup...

Jadi Anak Berbakat? Why Not?

Sekarang ini banyak sekali diadakan kelas untuk anak berbakat (gifted child) atau biasa disebut kelas akselerasi. Tapi sebenernya, anak berbakat itu kaya apa siy? Apakah anak berbakat itu memang sudah dicetak seperti itu dari sononya? Atau bisa dibikin sendiri? Trus gimana dengan kita yang merasa tidak atau kurang berbakat? Menurut Joseph Renzulli (1978), gifted child itu mencakup tiga hal, IQ, kreativitas dan task commitment. IQ Kita sudah tau apa itu IQ. Standard yang ditetapkan untuk anak berbakat oleh Diknas tahun 2003 adalah 140 . Kalau hasil tes menunjukkan IQ anak mencapai 140 ke atas, maka anak itu otomatis disebut gifted child. Tetapi kemudian muncul pembagian tertentu untuk anak berbakat dilihat dari IQnya. Keberbakatan ringan (IQ 115 - 129), keberbakatan sedang (IQ 130 - 144), keberbakatan tinggi (IQ 145 ke atas). Sekolah menetapkan peraturan sendiri dalam menjaring anak berbakat. Ada kelas yang hanya menerima anak dengan IQ 140 ke atas. Tetapi ada juga yang menerima anak de...

MASALAH DALAM SISTEM PENILAIAN (TUGAS/ULANGAN)

Tulisan tentang evaluasi siswa cerdas istimewa akan saya rangkai dalam bahasa yang paling sederhana dan praktis sehingga semua pihak dapat memahami tentang metode evaluasi bagi siswa cerdas istimewa didalam praktek kegiatan belajar mengajar siswa. Hal ini penting karena apabila pemahaman siswa pada karakteristik siswa kurang maka bisa menimbulkan salah pengertian dan pemahaman seolah siswa akselerasi harus mendapatkan nilai yang selalu bagus atau mendapatkan perlakuan istimewa sehingga perlu mendapatkan metode evaluasi yang berbeda dengan kelas reguler. Yang paling penting saya uraikan sebelum membahas sistem evaluasi bagi siswa cerdas istimewa adalah tentang keberadaan siswa cerdas istimewa tersebut di kelas akselerasi. Siswa akselerasi adalah siswa yang telah melalui tahapan seleksi yang ketat dan melalui observasi yang mendalam dari seluruh guru kelas VII yang telah melakukan observasi sebelum bisa dinyatakan sebagai siswa akseleran dalam rapat pleno seluruh guru (metode seleksi sep...

KARAKTERISTIK GURU UNTUK SISWA CERDAS ISTIMEWA

Guru yang baik tidak hanya dibutuhkan siswa cerdas istimewa saja, tapi semua siswa disuatu sekolah memerlukan guru yang baik. Guru yang baik adalah guru yang bisa menentukan tujuan dan sasaran belajar yang tepat, membantu pembentukan karakter dan nilai-nilaikepada siswa, memiliki pengalaman belajar dan mengajar, cerdas dan kreatif dalam membuat metode pengajaran dan yang terpenting adalah mampu menjadi contoh dalam pola prilaku sehari-hari. Namun bagaimanapun siswa cerdas istimewa menuntut kemampuan guru lebih baik karena mereka cenderung memiliki karaktersitik yang harus mampu dipahami guru. Mandel dan Fiscus dalam (dikutip sisk,1987) menyatakan penelitiannya bahwa siswa cerdas istimewa mudah sekalli mengungkapkan reaksi marah, benci atau sebal jika guru menekan mereka. Berikut karakteristik guru yang penting dikembangkan dalam pendidikan siswa cerdas istimewa, yaitu : 1. Memiliki kompetensi dan minat untuk terus belajar 2. Memiliki kemahiran dalam mengajar 3. Adil dan t...

SMP TARUNA BAKTI SEKOLAH PEMBAURAN?

Salah satu yang membuat saya sangat betah mengajar di SMP Taruna Bakti adalah adanya visi dan misi pembauran dalam proses kegiatan belajar di sekolah. Ini penting sekali! Di tahun 2003 saya ditugaskan sekolah untuk mengikuti seminar tentang pembauran degan pembicara Andi Malarangeng sebagai pengamat politik, Kapolda Jabar dan dari pemerintahan yang diwakilli oleh Bpk Unang Sunarya di hotel Penghegar. Yang menarik dari seminar itu adalah masalah proses pembauran yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia keturunan Tiong Hoa (70% dari peserta) yang mengatakan banyak kebijakan pemerintah yang setengah hati atau penerimaan masyarakat yang memandang mereka dengan dengan penuh kecurigaan. Mereka dan pemerintah berdebat tentang mekanisme pembauran yang begitu gencar diprogramkan oleh Negara. Tapi yang anehnya, pada saat itu saya bicara, mengapa kita berbicara tentang pembauran tapi tidak melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya banyak WNI keturunan yang merasa tidak perlu menyekol...

KURIKULUM / SILABUS BERDIFERENSIASI

Ketika berbicara program akselerasi maka yang terbayang dalam benak guru atau masyarakat adalah beratnya beban kurikulum yang akan ditanggung siswa karena waktu belajar yang relatif singkat yaitu 2 tahun. Ada dua hal yang menyebabkan sangkaan itu berkembang, baik dari pihak guru maupun dari pihak orang tua, yang pertama adalah kurang pahamnya guru atau orangtua tentang potensi yang dimiliki siswa dimana sebenarnya siswa dengan potensi cerdas istimewa memiliki kapasitas atau kemampuan diatas rata-rata teman sebaya mereka, yang kedua adalah belum pahamnya guru atau orang tua tentang kurikulum bagi siswa cerdas istimewa yang biasa disebut dengan kurikulum berdiferensiasi. Pengembangan kurikulum ini tidak boleh terlepas dari prinsip dan tahapan-tahapan baku yang harus dilakukan dalam menyusun silabus secara umum di program reguler. Dengan demikan tidak ada hal yang menjadikan siswa akselerasi memiliki jurang kompetensi dengan siswa lainnya. Dalam tulisan ini, penulis hanya akan sedikit me...

Membuat PTK

LANDASAN DASAR KEGIATAN PTK A. APA ITU PTK? Mungkin kita pernah mengalami suasana kelas yang ribut, dimana siswa begitu ringannya berbicara satu sama lain dan tidak mengindahkan guru yang sedang berdiri di depan dan menerangkan materi dengan keringat bercucuran? Lalu kita berpikir sebuah metode untuk meredam gangguan tersebut. Ada beberapa tindakan spontan yang bisa dilakukan guru, diantaranya merubah posisi duduk siswa yang ribut ke depan, menegur siswa yang sedang mengobrol, mengganti metode ceramah menjadi metode diskusi atau guru memarahi siswanya dan diakhiri dengan mengusir siswa yang ribut keluar kelas. Dari kejadian tadi, pernahkah kita kemudian melakukan sebuah refleksi mengenai efektifitas dan efisiensi tindakan kita. Dari beberapa tindakan di kelas tadi, tindakan mana yang benar-benar dapat membantu kita untuk meminimalisir keributan di dalam kelas? Apa yang kita laksanakan tadi merupakan tindakan kelas dan untuk sampai pada tingkat penelitian guru hanya memerlukan ...

MENULIS YUK ?

28 September 2008 PRAKATA “percaya atai tidak, kita semua adalah penulis,. Disuatu tempat didalam diri kita ada jiwa unik yang berbakat yang mendapatkan kepuasan mendalam karena menceritakan suatu kisah, menerangkan bagaimana melakukan sesuatu, atau sekedar berbagi rasa dan pikiran. Dorongan menulis itu sama besarnya dengan dorongan untuk berbicara; untuk mengkomunikasikan pikiran dan pengalaman kita kepada orang lain; untuk paling tidakmenunjukkan kepada mereka, siapa kita (bobbi De Porter & Mike Hernacki,1999) Saya mengajak kalian untuk senang menulis! Sekali lagi, saya mengajak!! Berarti saya pun masih dalam keadaan belum pandai menulis. Nah…berarti juga tulisan ini bukan untuk menggurui tapi justru mengajak belajar bersama bagaimana menulis yang baik. Kata orang, menulis itu mudah, bagi saya, menulis itu sulit. Saking sulitnya, jumlah tulisan saya yang disimpan dalam komputer masih bisa dihitung dengan jari, dan kira-kira berapa jumlah tulisan kalian yang ada sekarang? T...

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Sekolah harus menyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan KTSP, kalender pendidikan, dan silabus dengan cara melakukan penjabaran dan penyesuaian Standar Isi yang ditetapkan dengan Permendiknas No. 22 Tahun 2006 dan Standar Kompetensi Lulusan yang ditetapkan dengan Permendiknas No. 23 Tahun 2006 Di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dijelaskan: Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasar­kan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan di bawah supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang bertangung jawab terhadap pendidikan untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, serta Departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI, MTs, MA, dan MAK ( Pasal 17 Ayat 2) Perencanan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanan pembela...