Selamat datang dunia baru yang penuh dengan toleransi. Menulis dan membaca tulisan tentang toleransi beragama harus hati-hati dengan kata-kata dan kalimat. Kesalahapahaman mudah muncul ketika kita membahas agama, khususnya tentang toleransi. Hal ini menjadi wajib diperhatikan karena ketika kita berbicara toleransi maka harus membuang sikap egois beragama dan berani mengakui persamaan nilai-nilai universal keagamaan, walau pada tataran praktek kita sering melihat hal yang sebaliknya. Penulis merasa perlu membahas ini karena memiliki mimpi Indonesia dibangun dalam suatu masyarakat yang hidup harmonis membangun bangsa dan negara ini tanpa harus menghabiskan energi dan pikiran untuk menangani masalah pertentangan agama. Mengapa agama yang harus dibahas? Karena penulis menyadari, sangat menyadari, kalau hal “keduniawian’ kita masih bisa berbagi, namun dalam kehidupan beragama kita sering sekali terjebak pada keyakinan bahwa agama kita adalah syorga dan agama lain adalah neraka! Hal i...
Postingan
Menampilkan postingan dari Januari, 2009
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
GURU DAN “KEKERASAN” DISEKOLAH Kekerasan dalam tanda koma! Telah menjadi berita yang sering didengar, seorang guru melakukan kekerasan terhadap siswanya di sekolah. Ada apa dengan pendidikan di Indonesia? Apakah penegakan disiplin identik dengan kekerasan? Ataukah memang kekerasan adalah sebuah keniscayaan bagi dunia pendidikan? Dan apakah kekerasan ini merupakan sebuah tradisi yang diturunkan dari generasi ke generasi sebagai ciri sebuah bangsa dengan mental jajahan? Dari berita yang kita lihat, seorang guru melakukan pemukulan terhadap siswanya secara estafet dari satu siswa ke siswa lainnya. Demonstratif di depan siswa lainnya, lalu mengatakan bahwa apa yang dilakukannya adalah sebagai upaya penegakan disiplin dan diselimuti rasa sayang untuk masa depan siswa. Ah…seandainya “kasih” dan “sayang” harus diwujudkan dalam bentuk tamparan dan pukulan, saya lebih baik tidak pernah mengenal dua kata itu! Karena sebenarnya alasan apapun hanyalah pembenaran dari suatu tindakan yang sala...
MENGENAL BELAJAR SISWA DALAM MENGATASI KEGAGALAN
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh: Pudjo Sumedi AS *) Abstrak: Pada umumnya siswa yang dalam belajar menggunakan strategi yang diharapkan dapat menutupi ketidakmampuannya dan melindungi diri dari kemarahan guru atau olok-olok dan ejekan teman-temannya bila keliru menjawab pertanyaan. Rasa takut pada siswa yang mendorong menggunakan strategi tersebut menyebabkan siswa tidak dapat mengoptimalkan kemampuannya dalam menggunakan nalarnya, sehingga akan mempengaruhi kualitas belajar siswa. Ada bermacam-macam strategi siswa dalam belajar, yaitu: (a) Strategi pencetus – pemikir (Producer – thinker strategy), (b) Strategi komat-kamit (Mumble strategy), (c) Strategi meminimaksimalkan (Minimax strategy), (d) Strategi coba dan benar dengan tebakan dan pengamatan (Tried and true strategy), dan (e) Strategi aduk angka (Numeral shoving strategy). Dengan memahami alasan pemilihan strategi siswa dalam belajar dan jenis-jenis strategi yang digunakan, diharapkan guru dapat memilih cara mengajar yang lebih tepat dengan lebih memberi ...