Berbagi Pengalaman dan Pengetahuan Seputar Layanan Pendidikan Anak Cerdas Istimewa
Minggu, 28 Februari 2010
AKSELERASI, PROGRAM LAYANAN ATAU INSTITUSI?
Senin, 01 Februari 2010
HASIL RAPAT KONSULTASI DIREKTORAT JENDRAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN ASOSIASI SEKOLAH PENYELENGGARA AKSELERASI PUSAT
Kamis, 28 Januari 2010
KONFERENSI NASIONAL PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KHUSUS UNTUK ANAK CI-BI
Rabu, 27 Januari 2010
NASIB PROGRAM AKSELERASI SETELAH RSBI
Senin, 09 November 2009
JANGAN BERHENTI BERMAIN…! (Bagian 1)
“Jangan kaya anak kecil dong…ayo kerja!”
“Kamu tuh dari tadi main terus, pekerjaan rumah masih banyak, kerjakan!”
“Jangan buang-buang waktu untuk main, ayo belajar/bekerja!”
“Kalian sudah dewasa. Perhatikan dan berhenti bermain!”
Kapan terakhir kali kita meluangkan waktu untuk bermain? Benar-benar bermain! Bukan Outbond, bukan pelatihan, bukan In House Training, bukan lomba dan bukan aktivitas dengan embel-embel melaksanakan tugas. Benar-benar bermain!
Dan pernahkah kita mendapatkan teguran disaat kita sedang melakukan sebuah kegiatan “BERMAIN”. Sebuah aktivitas untuk sekedar melepaskan diri dari rutinitas dipekerjaan atau sekolah dengan melakukan sesuatu yang tidak berhubungan dengan pekerjaan namun hanya sekedar menyenangkan hati. Bahkan apabila kita meluangkan waktu disela-sela rapat yang serius, atau dalam kajian presentasi yang penting, maka kata teguran diatas sering terdengar.
Benarkah sebuah kreativitas hanya lahir dari suasana yang serius dan hanya fokus pada apa yang sedang kita kerjakan? Ataukah justru kreativitas lahir dalam suasana yang lebih longgar, fleksibel dan penuh humor?
“Orang kreatif yang sukses tahu bahwa jika suatu pekerjaan tidak menarik, pekerjaan itu tidak perlu dikerjakan. Pribadi kreatif amat mengagungkan suasana gembira karena membuatnya membumbung tinggi dalam upaya mengejar cita-cita. Begitu pentingnya suasana riang ini, dalam kegiatan sehari-hari pun orang kreatif sering menjadwalkan rehat untuk berasyik-ria.”(Jordan E. Ayan, Bengkel Kreativitas,2002).
Kita sering melihat sosok seorang joker atau pelawak didalam istana kerajaan jaman dahulu, atau kita sering juga melihat peran Semar dan anak-anaknya dalam cerita wayang di Indonesia, atau “Lengser” dalam budaya sunda? Mereka diperankan sebagai orang yang diharapkan mampu mencairkan suasana ketika semuanya sedang buntu dan kering dengan ide. Sebenarnya seberapa besar pengaruh “bermain” terhadap pengembangan potensi dan kreativitas lingkungan sekitar.
“Hampir semua gagasan baru memiliki ‘sisi pandir’ saat pertama dihasilkan” –Alfred North Whitehead-
Setiap bentuk kreativitas selalu melangkah maju satu -seribu- langkah dari pikiran masyarakat pada umumnya. Karena langkah orang-orang kreatif senantiasa “tidak biasa” maka pola perkembangan dan proses kelahirannya pun senantiasa dari pikiran kekanak-kanakan pelakunya. Untuk itu maka, untuk merangsang sebuah proses berpikir dan mencipta yang kreatif diperlukan sebuah suasana yang kondusif bagi hal tersebut, yaitu kondisi yang santai dan bernuansa bermain.
Dalam pandangan masyarakat sekarang, seolah sebuah proses berpikir dan bertindak kreatif harus dalam suasana yang serius dan fokus dalam satu permasalahan, padahal banyak suatu hasil kreatif pada suatu bidang muncul dari permainan di bidang lain. Pandangan ini tidak selamanya salah, namun biasanya kondisi serius justru bukan pada proses berpikir memunculkan ide kreatif, namun pada proses aktivitas mewujudkan hasil ide tersebut.
“Etika bermain” yang kita alami dimasa anak-anak, berubah seiring waktu menjadi “etika bekerja atau belajar” sehingga pola pikir dan daya imajinasi kita terkungkung da terjebak dalam rutinitas. Dalam etika bermain, kita bisa menemukan banyak hal karena memang nuansa bermain melahirkan sebuah kondisi pikiran yang mengandung kreativitas, yaitu –RASA INGIN TAHU-, ingin mecoba, tidak puas dengan cara biasa, rasa takjub atau sekedar mencoba sesuatu hal yang tidak biasa.
“Seseorang bisa saja bermain tanpa menjadi kreatif, namun mustahil dia menjadi kreatif tanpa bermain”-Wake Up Your Genius, Kurt Hanks and Jay Parry-
Bermain juga melahirkan suasana yang menyenangkan dan melepaskan diri kita dari rintangan kreativitas yang umum kita temukan, yaitu rasa tegang dan ketakutan yang berlebih. Di suasana yang tegang dan takut yang berlebihan, insting lari atau nekad menjadi dominan sehingga pikiran “tidak biasa” menjadi tidak mewujud dalam pikiran dan ide.
Bermain juga melahirkan suasana yang relaks, mengurangi ketegangan dan akhirnya membawa efek fisiologis, dimana mampu mendorong otak untuk mengeluarkan beta-endorfin, “opium rasa nyaman” dan menjadikan hidup semarak dan mampu mendongkrak rasa percaya diri. Bermain bisa mencegah rasa bosan. Dunia kerja tanpa canda dan gelak tawa akan melahirkan suasana kaku dan hambar.
Yang paling penting dari bermain adalah terciptanya jalur komunikasi yang lebih rileks dan intens dalam suasana yang santai dan penuh canda. Jalur ini penting untuk munculnya tukar pengalaman dan gagasan “gila” dari satu orang ke orang lainnya. Banyak organisasi bisnis yang menerapkan metode bermain untuk memuculkan ide brilyan ini dengan mengadakan acara “family gathering”, “outbond” atau sekedar jalan-jalan dan memancing.
Kegembiraan yang disulut oleh perlengkapan mainan, juga mampu mengilhami segala jenis pencarian dalam bidang seni. Winnie the Pooh diciptakan A.A. Milne berdasarkan boneka beruang kesayangan putranya. Tari Balet Nutcracer karya Tcaikovsky berkisah tentang boneka prajurit telah terbukti mampu mengeruk uang dalam jumlah besar.
Berikut adalah cara menambahkan suasana asyik daam rutinitas sehari-hari .”(Jordan E. Ayan, Bengkel Kreativitas,2002):
1. Ambil crayon dan buatlah gambar tentang kegembiraan anda.
2. Mainkan alat musik ringan seperti harmonika atau suling.
3. Ada acara “Spons Berjalan”, yaitu berjalan-jalan sambil menyerap ide dari pengalaman sepanjang jalan.
4. Bawa “kotak mainan” dan mainkan ketika kita berada dalam suasana buntu kreativitas.
5. Bermain lompat tali, gasing atau hula hup.
6. Luangkan untuk memulai hobi baru.
7. Rancang sebuah rumah pohon khayalan.
8. Mainkan musik dan menarilah.
9. Bermain dengan gumpalan malam dan cat minyak.
10. Pergilah bersepeda atau sepatu luncur.
11. Pakai topi dan aksesoris yang tidak biasa.
12. Baca buku lelucon.
9 November 2009
Kamis, 27 Agustus 2009
KENAPA HARUS ANGKLUNG PAK?
Di SMP Taruna Bakti, siswa akselerasi harus mengikuti program ekstrakurikuler ANGKLUNG. Tidak popular memang! Tapi tentunya sekolah melakukan hal ini bukan tanpa maksud dan pertimbangan, bahkan keputusan ini adalah salah satu hasil konsultasi sekolah dengan pihak psikolog yang menjadi konsultan bagi SMP Taruna Bakti dalam melaksanakan program akselerasi. Angklung adalah ekskul wajib, yang lainnya siswa dibebaskan untuk memilih ekskul seusai dengan minat dan bakat.
Oleh karena itu, sekolah harus terus melakukan sosialisasi baik kepada siswa maupun kepada orang tua tentang pentingnya siswa akselerasi untuk mengikuti akskul angklung ini. Karena setelah satu tahun berjalan, ternyata untuk calon siswa akselerasi ekskul ini tidak popular dan dengan berbagai alasan atau usaha , mereka cenderung ingin menolaknya.
Baiklah, mungkin kita harus langsung menguraikan alasan mengapa siswa akselerasi “diwajibkan” mempelajari angklung. Alasan tersebut adalah :
UNIK
Dari berbagai ekskul yang ada, mungkin hanya angklung yang bernuansa tradisional. Dan ini jelas unik! Keunikan ini memang ayak dijadikan alasan nomor satu. Di SMP Taruna Bakti, banyak siswa yang telah mengikuti berbagai les alat musik seperti gitar, piano, biola, drumband dan lainnya. Namun hampir tidak ada siswa yang mampu memainkan alat musik tradisional.
Dari keunikan ini, kami mengira bahwa atensi anak untuk mempelajarinya akan cukup tinggi walaupun dalam kenyataanya ternyata belum terjadi. Masih ada yang ragu untuk mempelajarinya. Saya yakin bukan karena alasan tidak suka, tapi takut akan sulit mempelajarinya. Ketidaktahuan tentang alat musik tradisional menjadi momok bagi siswa untuk mempelajarinya.
Tradisional memang unik untuk saat ini. Tradisional juga menunjukkan sebuah ke-adiluhung-an dari jenis musik yang satu ini. Bagaimana tidak, musik ini sangat mengutamakan permainan rasa. Satu hentakan dari tangan satu anggotanya akan sangat mempengaruhi tingkat kualitas dari suara yang dikeluarkan.
Sebenarnya, semua alat musik sangat dipengaruhi oleh perasaan namun perbedaannya dengan angklung adalah pada jenis bahannya yang unik. Bambu memang bisa menimbulkan bunyi yang keras, namun dengan sentuhan nenek moyang kita, bunyi itu tidak hanya sekedar keras namun juga indah.
Kelebihan lain adalah permainannya ini dimainkan secara berkelompok. Kalau alat musik lain masih bisa dimainkan secara individual, maka angklung ini hanya bisa dimainkan dengan baik jika dilakukan oleh orang banyak. Kelebihan ini membuat setiap anggota yang tergabung dalam grup angklung merasa memiliki peran yang sama dalam komunitas. Kekosongan satu posisi akan berdampak pada keharmonisan permainan secara keseluruhan.
Memang tidak perlu diuraikan secara lengkap karena penulis sendiri tidak pernah memainkannya, hanya menikmatinya. Namun tanpa mereka sadari, hikmah itu tumbuh dengan sendiri. Misalnya ketika mereka tampil di berbagai acara sekolah atau di sekoah lain, ketika mereka bermain buruk, mereka akan mengakuinya dengan jantan. Bahkan menyebutkan siapa yang beermain tidak baik. Juga ketika mereka akan ijin untuk tidak latihan, maka perasaan mereka menyadari bahwa absennya mereka akan membuat kelompok akan pincang.
Jadi, untuk anak-anak yang akan ”berusaha’ menolak untuk mengikuti ekskul ini, cobalah sedikit membuka diri untuk mencobanya. Pengalaman belajar kalian hanya dua tahun di sekolah ini, jadi cobalah sesuatu yang baru! Sesuatu yang belum pernah kita coba! Kalau ada siswa yang pernah dan juga sedang ikut les angklung, bersinergilah dengan teman-teman kalian untuk menghasilkan sebuah karya yang baik, bagus dan indah serta adiluhung.
MENYEIMBANGKAN RASA DAN AKAL
Nah ini yang paling penting untuk dipahami siswa maupun orang tua. Teori ini sudah lama ada dan memang sedang menjadi ”trend” di dunia pendidikan. OTAK KIRI DAN OTAK KANAN!
Otak manusia adalah massa protoplasma yang paling kompleks yang pernah dikenal di alam semesta. Otak manusia memiliki tiga bagian dasar, yaitu :
Batang otak (Otak Reptilia)
Bertanggung jawab terhadap fungsi-fungsi motor sensorik.
Perilaku berkaitan dengan insting mempertahankan hidup, dorongan untuk mengembangkan spesies.
Perhatiannya adalah pada makanan, tempat tinggal, reproduksi, dan perlindungan wilayah. Otak reptil berperan dalam reaksi “Hadapi atau Lari”.
Sistem Limbik
Fungsinya bersifat emosional dan kognitif: Ia menyimpan perasaan, pengalaman yang menyenangkan, memori, dan kemampuan belajar kita.
Otak ini pun mengendalikan system bioritme kita, misalnya pola tidur, lapar, haus, detak jantung, gairah seksual, temperatur dan kimia tubuh.
Neokortek
Merupakan tempat berhimpunnya semua kecerdasan yang lebih tinggi.
Fungsinya berkaitan dengan kemampuan berpikir kreatif, penalaran, perilaku waras, dan bahasa.Terdiri dari 12-15 juta sel saraf yang disebut neuron.
Sel-sel ini dapat saling berinteraksi melalui vibrasi disepanjang dendrit (cabangnya).
Kunci penghubung antara dendrit adalah myelin, protein lemak yang dikeluarkan oleh otak untuk melapisi hubungan antara dendrit ketika kita mempelajari suatu informasi baru.
Semakin sering informasi itu diakses maka mielinisasi semakin sempurna, dan semakin mudah bagi kita untuk mengingat informasi tersebut
Otak kanan dan kiri
Otak kiri
- Melakukan pengorganisasian pekerjaan teknis
- Pekerjaan teknis yang berulang
- Sesuatu pekerjaan yang berurutan
- Keterampilan berbahasa dan berpidato
- Keterampilan menulis (eksak dan linier)
- Sesuatu yang memerlukan rutinitas dan berulang
- Sesuatu yang rinci dan detail
- Kemampuan memperoleh data primer
- Berhubungan dengan data dan informasi
- Kemampuan matematis, garis lurus
- Imajinasi, melukis
- Berpikir kreatif
- Mereka-reka, ngakal-akali
- Melucu, membuat “joke” yang reflektif
- Kemampuan melakukan artikulasi
- Menulis fiksi, imajinatif, nglamun
- Berpikir holistik, menyeluruh dan 3 dimensi (spasial)
- Melakukan pendekatan sistem
- Berpikir pola acak, abstrak
- Melakukan sintesa, penggabung-gabungan dll.
Masing-masing dari dua belahan otak bertanggung jawab atas cara berpikir yang berbeda-beda dan mengkhususkan diri pada kemampuan-kemampuan tertentu, walalupun penyilangan memang bisa terjadi dan anda memiliki potensi sama dengan orang-orang lain. Perbedaannya adalah bagaimana anda menggunakan otak anda.
Apabila seseorang lebih menekankan aspek otak kiri, maka kemampuannya dibidang akademis akan tinggi. Kemampuan analisa dan penyelesaikan soal-soal ilmu pasti akan sangat mudah dikerjakan karena kemampuannya berpikir logis dan sistematis serta matematis. Kemampuannya ini akan bermanfaat untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kemampuan mengerjakan sesuatu yang membutuhkan pekerjaan tekhnis yang berulang, misalnya bekerja sebagai operator atau programer komputer.
Namun kelemahan dari ketidakseimbangannya dengan otak kiri adalah dalam hal kemampuannya mengolah rasa. Orang yang mengembangkan kekuatan otak kiri akan cenderung statis dan sulit bergaul dengan manusia lain karena dalam hubungan sosial mereka kering dari emosi. Kecenderungannya untuk egois menjadi sangat tinggi karena manusia dihadapinya dengan tahapan sistematis, padahal manusia bukanlah mesin yang dapat dianalisis secara pasti. Kelemahan lainnya adalah pada kemampuan berpikir imajinatif kreatif. Oleh karena itu maka apabila otak kanan dikembangkan lebih dominan maka akan terjebak pada pekerjaan yang rutin dan sulit untuk mengembangkan kemampuannya dalam melakukan hal-hal diluar kebiasaan, seperti proyek baru atau membuat sesuatu yang spontan dan diluar kebiasaan.
Begitu pula bagi orang yang hanya mengembangkan kemampuan otak kanan. Orang tipe seperti ini akan mudah terjebak pada pikiran yang imajinatif dan kurang dapat mengembangkan kemampuan analistis. Orang ”otak kanan” cenderung anti kemapanan karena lebih menyukai perubahan dan sesuatu yang baru. Pola pikirnya terlalu general atau menyeluruh sehingga sering mengabaikan hal-hal yang bersifat detail atau rinci dan bersifat tekhnis. Akibatnya mereka cenderung lebih mengutamakan intuisi dalam mengambil keputusan ketimbang analisis yang mendalam.
Mana yang akan kita pilih? Tentunya adalah keseimbangan antara dua kemampuan otak kanan dan kiri. Oleh karena itu, selain belajar dalam tempo yang lebih cepat maka siswa juga dituntut untuk mengikuti ekskul angklung sebagai aktivitas yang menyeimbangkan kemampuan otak kanan.
Nah dari uraian singkat tentang otak, khususnya tentang otak kiri dan otak kanan, maka tentunya kita ingin kedua sisi otak kita seimbang dan bisa memaksimalkan potensinya. Oleh karena itu, kita harus mencoba melakukan hal-hal yang bisa melakukannya, seperti bermain angklung. Sekolah pasti mempersiapkan apa yang terbaik bagi siswanya, begitu pula dengan orang tua! Namun demikian, sekolah tetap membuka diri terhadap masukan dan saran yang membangun bagi kemajuan pendidikan di sekolah kita, terima kasih!
10 Agustus 2009 Selengkapnya...
Sabtu, 15 Agustus 2009
MERANCANG STRATEGI PEMBELAJARAN UNTUK ANAK CERDAS ISTIMEWA (2)
STRATEGI PEMBELAJARAN
Pertimbangan Dalam Pemilihan Strategi Pembelajaran
Dalam memilih strategi pembelajaran, guru harus mempertimbangkan beberapa hal agar strategi yang dibuat dapat mencapai tujuan yang diharapkan secara optimal, efektif dan efisien. Beberapa pertimbangan diutarakan oleh Dr. Wina Sanjaya, M.Pd. dalam buku Strategi Pembelajaran diantaranya adalah :
Tujuan yang diharapkan.
- Ranah yang akan dicapai (Afektif, Kognisi atau Psikomotor)
- Tingkat kompleksitas materi yang akan disampaikan
- Tingkat keterampilan guru dan siswa yang tersedia
- Bahan (fakta, konsep, hukum atau teori)
- Kerterhubungannya dengan materi sebelum dan sesudahnya
- Buku sumber yang tersedia
- Tingkat pemahaman dan kematangan siswa
- Tingkat minat dan bakat serta kondisi siswa
- Gaya belajar siswa
- Lainnya
- Apakah kita memerlukan strategi cadangan?
- Memperkirakan tingkat efektifitas dan efisiensi?
Beberapa prinsip yang harus dikembangkan guru dalam membuat strategi pembelajaran anak akselerasi diantaranya ialah :
Interaktif, yaitu penciptaan lingkungan yang kondusif bagi proses pembelajaran dengan melibatkan siswa sebagai subjek pembelajaran. Aturlah siswa untuk memberikan kontribusi dalam persiapan sarana, sumber dan metode pembelajaran. Hal ini akan membuat siswa merasa sebagai pemegang peran dalam proses pembelajaran dan memungkinkan siswa untuk mengembangkan mental dan intelektualnya.
Inspiratif, yaitu memungkinkan siswa untuk mencoba atau melakukan sesuatu yang baru. Pada dasarnya anak akselerasi telah memiliki bahan pengetahuan yang memadai untuk dirangkai dan disusun untuk menjadi sebuah ilmu. Guru dituntut untuk mampu mengeksplore potensi tersebut dengan menerapkan sebuah taktik yang santai, teknik diskusi dan metode aperspsi dan motifasi yang baik sehingga siswa merasa nyaman dan senang dalam melakukan proses pembelajaran.
Menyenangkan, atau dikenal dengan enjoyful learning. Menyenangkan dalam hal ini bisa menyangkut materi yang menantang, suasana yang bersih dan nyaman, dan metode yang bervariasi.
Menantang, dengan karakter yang selalu ingin mendalami sesuatu yang mereka sukai maka sebuah keharusan bagi guru untuk menyiapkan metode dan materi yang baru dan merangsang siswa untuk mencari informasi secara mandiri. Mungkin guru harus bisa mengurangi dominasinya dalam proses dan hanya mengarahkan tatkala mereka membutuhkan solusi bagi masalah yang berkembang dalam proses.
Motivasi, dorongan yang memungkinkan siswa untuk bertindak sesuai dengan yang diharapkan strategi yang dikembangkan. Diantara siswa akselerasi tidak jarang kita menemukan semangat belajar siswa yang ng-drop secara tajam dan mendadak karena hal-hal tertentu dan guru harus cerdas, cepat dan tepat mengganti sebuah metode dengan metode lainnya.
Macam-Macam Metode Pembelajaran
Berikut beberapa metode pembelajaran yang dapat dijadikan bagian dalam merancang strategi pembelajaran bagi siswa cerdas istimewa. Dalam menetapkan sebuah metode, guru harus mampu melakukan improvisasi apabila menemukan suatu masalah atau kendala pada saat pelaksanaannya.
Pada tulisan ini hanya akan dibahas mengenai macamnya dan uraiannya akan kita tulis pada kesempatan lainnya. Beberapa metode tersebut adalah :
Ceramah, cara menyajikan pelajaran melalui penuturan secara lisan atau penjelasan langsung kepada kelompok siswa.
Demontrasi, menyajikan pelajaran dengan memperagakan dan menujukkan kepada siswa tentang sesuatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau tiruan.
Diskusi, metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu permasalahan dan pemecahan masalah.
Simulasi, cara penyajian melalui pengalaman dengan meniru kondisi tiruan untuk memahami konsep tertentu. Selengkapnya...
MERANCANG STRATEGI PEMBELAJARAN UNTUK ANAK CERDAS ISTIMEWA (1)
Pernahkah kita merasa bahwa kegiatan pembelajaran di kelas selama ini sia-sia belaka. Mungkin kita pernah merasakan bagaimana materi dan ilmu yang kita berikan tidak membawa dampak perubahan tingkah laku terhadap siswa. Mereka masih juga melakukan sesuatu yang seharusnya tidak mereka lakukan, seperti mencontek, rebut dan kurang sopan dalam bertutur kata. Kita mengajarkan ilmu matematika, namun siswa sulit memahaminya bahkan untuk sekedar berpikir logis sistematis sekalipun, kita mengajarkan agama dan moral tapi mereka tidak pernah melaksanakannya, kita mengajarkan kepada mereka cara melindungi dan memelihara lingkungan tapi mereka tetap saja membuang sampah sembarangan.
Apa masalahnya?
Pernahkah kita merenungkan mengapa hal itu terjadi? Mungkin apa yang kita lakukan selama ini hanya pada tataran menyampaikan teori dan materi tanpa diikuti kemampuan untuk menyampaikan pemahaman dan hakekat dari setiap materi yang disampaikan. Dan untuk itu kita harus belajar tentang strategi pembelajaran.
Strategi pembelajaran ini penting karena setiap mata pelajaran memiliki keunikan dan karakteristik yang berbeda satu sama lainnya. Oleh karena itu, proses penyampaiannya pun harus dengan strategi tertentu. Mari kita kupas bersama dan belajar bersama pula.
Pada tulisan ini, kita akan mencoba mengurai lebih khusus pada anak cerdas. Bukan sebuah kebetulan kalau anak cerdas relatif lebih peka dan kritis untuk menyikapi gaya dan metode pembelajaran di kelas ketimbang anak-anak lainnya. Sebuah karakteristik anak cerdas adalah sering mementingkan proses ketimbang hasil sehingga sering mereka ”rewel” dengan gaya pakaian dan sumber pembelajaran ketimbang memikirkan besaran nilai hasil ulangan atau ujian.
Memahami Hakekat Belajar
Menurut Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003 menyatakan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Dari uraian diatas kita dapat menyimpulkan bahwa pendidikan beberapa konsep, yaitu pertama, usaha sadar yang terencana. Kedua, diarahkan untuk mewujudkan suasana dan proses belajar. Ketiga, pendidikan diarahkan kepada pengembangan potensi diri yang berorientasi kepada siswa. Keempat, akhir dari proses pendidikan adalah kemampuan anak memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Dengan konsep diatas, kita menyadari bahwa pendidikan harus menghasilkan sebuah proses dan produk perubahan tingkah laku baik dari aspek kognisi, afeksi dan psikomotor.
Namun dalam kenyataanya, pendidikan di Indonesia belum sesuai dengan harapan. Ini tidak lepas dari masih adanya pandangan yang salah terhadap hakekat pendidikan itu sendiri dari guru sebagai ujung tombak pendidikan. Masih banyak pendidik yang menganggap bahwa pendidikan adalah proses pengalihan dan penyampaian ilmu dan menyerahkan sepenuhnya pemahaman serta pelaksanaannya kepada siswa semata. Padahal dalam pendidikan, proses pengenalan dan pelaksanaannya harus dilakukan secara seimbang dalam sebuah komunitas yang mendukung dan kondusif. Misalnya bertingkah laku sopan dan menghargai sesama manusia, sekolah harus mampu menciptakan suasana yang memberikan apresiasi terhadap segala hal yang berhubungan dengan etika, sopan santun dan menghargai manusia sebagai individu yang utuh. Itu semua harus terjalin secara sinergis antara guru, siswa dan orang tua. Tanpa itu semua, maka pendidikan sehebat apapun hanya akan berdampak sementara dan sekedar mengejar tujuan jangka pendek, ujian misalnya tanpa ada kesadaran dan keinginan untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Selengkapnya...
DOMINASI OTAK dan GAYA BELAJAR
TOOLS of LEARNING SKILLS
Fungsi bagian otak
Batang otak (Otak Reptilia)
- Bertanggung jawab terhadap fungsi-fungsi motor sensorik.
- Perilaku berkaitan dengan insting mempertahankan hidup, dorongan untuk mengembangkan spesies.
- Perhatiannya adalah pada makanan, tempat tinggal, reproduksi, dan perlindungan wilayah. Otak reptil berperan dalam reaksi “Hadapi atau Lari”.
Sistem Limbik
- Fungsinya bersifat emosional dan kognitif: Ia menyimpan perasaan, pengalaman yang menyenangkan, memori, dan kemampuan belajar kita.
- Otak ini pun mengendalikan system bioritme kita, misalnya pola tidur, lapar, haus, detak jantung, gairah seksual, temperatur dan kimia tubuh.
Neokorteks
- Merupakan tempat berhimpunnya semua kecerdasan yang lebih tinggi.
- Fungsinya berkaitan dengan kemampuan berpikir kreatif, penalaran, perilaku waras, dan bahasa.
- Terdiri dari 12-15 juta sel saraf yang disebut neuron. Sel-sel ini dapat saling berinteraksi melalui vibrasi disepanjang dendrit (cabangnya).
- Kunci penghubung antara dendrit adalah myelin, protein lemak yang dikeluarkan oleh otak untuk melapisi hubungan antara dendrit ketika kita mempelajari suatu informasi baru.
- Semakin sering informasi itu diakses maka mielinisasi semakin sempurna, dan semakin mudah bagi kita untuk mengingat informasi tersebut
DUA SISI OTAK KITA
SISI KIRI OTAK
AKADEMIS
Logika
Kata-kata
Angka
Matematika
Urutan
SISI KANAN OTAK
KREATIVITAS
Irama
Musik
Gambar
Imajinasi
Corpus Collosum
Menjalankan pertukaran informasi yang mengirimkan jutaan pesan per detik antara sisi kanan dan kiri
Fungsi Otak Kiri Bawah
- Melakukan pengorganisasian pekerjaan teknis
- Pekerjaan teknis yang berulang
- Sesuatu pekerjaan yang berurutan
- Keterampilan berbahasa dan berpidato
- Keterampilan menulis (eksak dan linier)
- Sesuatu yang memerlukan rutinitas dan berulang
- Sesuatu yang rinci dan detail
- Kemampuan memperoleh data primer
- Berhubungan dengan data dan informasi
- Kemampuan matematis, garis lurus
Otak kiri atas
- Berpikir logis
- Berpikir analisis
- Berpikir berdasarkan pengolahan data
- Menggunakan data, peristiwa dan informasi
- Perhitungan kuantitatif
- Mengembangkan rasionalitas
- Melakukan penalaran dari informasi dan data
- Membuat alur proses dan sistem
- Merumuskan masalah
- Melakukan proses data untuk diolah menjadi sesuatu yang lebih bermakna
Otak kanan atas
- Imajinasi, melukis
- Berpikir kreatif
- Mereka-reka, ngakal-akali
- Melucu, membuat “joke” yang reflektif
- Kemampuan melakukan artikulasi
- Menulis fiksi, imajinatif, nglamun
- Berpikir holistik, menyeluruh dan 3 dimensi (spasial)
- Melakukan pendekatan sistem
- Berpikir pola acak, abstrak
- Melakukan sintesa, penggabung-gabungan dll.
Otak kanan bawah
- Menikmati warna
- Musik
- Berhubungan Perasaan (emosi)
- Ketrampilan interpersonal
- Kinestetik
- Berhubungan dg estetika (keindahan)
- Menikmati seni
- Merasakan pengakuan diri
- Perenungan diri
Dominasi Otak dalam Berfikir
Cara kita mengatur dan mengolah informasi yang masuk ke dalam OTAK
Anthony Gregorc: ada dua kemungkinan dominasi otak
- Persepsi KONKRIT dan ABSTRAK
- Kemampuan pengaturan secara SEKUENSIAL (linear) dan ACAK (nonlinear)
Kits untuk menemukan gaya belajar anda (Cara Berfikir)
- Bacalah setiap kelompok kata-kata berikut yang terdiri dari empat kata/frase
- Tandailah dua buah pilihan yang paling baik menggambarkan diri Anda dengan cara melingkari huruf yang anda pilih pada lembar jawaban yang disediakan
- Tidak ada jawaban yang benar atau salah
- Setiap orang mungkin memberikan jawaban yang berbeda
- Anda hanya dituntut untuk menjawab secara jujur tentang gambaran diri anda
1.
Imajinatif
Investigatif
Realistis
Analitis
2.
Teratur
Mudah beradaptasi
Kritis
Penuh rasa ingin tahu
3.
Suka berdebat
Langsung pada permasalahan
Suka mencipta
Suka menghubung-hubungkan
4.
Personal
Praktis
Akademis
Suka bertualang
5.
Tepat
Fleksibel
Sistematis
Penemu
6.
Suka berbagi
Teratur
Penuh perasaan
Mandiri
7.
Kompetitif
Perfeksionis
Kooperatif
Logis
8.
Intelektual
Sensitif
Kerja keras
Mau mengambil resiko
9.
Pembaca
Suka bergaul
Mampu memecahkan masalah
Perencana
10.
Penghafal
Berasosiasi
Berpikir mendalam
Pemulai
11.
Pengubah
Penilai
Spontan
Mengharapkan arahan
12.
Berkomunikasi
Menemukan
Waspada (hati-hati)
Menggunakan nalar
13.
Suka tantangan
Suka berlatih
Peduli
Memeriksa
14.
Menyelesaikan pekerjaan
Melihat kemungkinan-kemungkinan
Mendapatkan gagasan-gagasan
Menafsirkan
15.
Mengerjakan
Berperasaan
Berpikir
Bereksperimen
- Jumlahkan jawaban Anda pada masing-masing kolom I, II, III, dan IV.
- Kalikan masing-masing kolom dengan 4
- Kotak dengan jumlah terbesar menjelaskan dengan cara apa Anda paling sering mengolah informasi
- Petakan diri Anda pada grafik
SEKUENSIAL KONKRIT
- Berpegang pada kenyataan
- Proses informasi dengan cara linear, teratur, dan sekuensial
- Realitas adalah apa yang diketahui melalui indra fisik: sentuhan, penglihatan, peraba, pendengaran, penciuman
- Lebih tertarik dan mengingat rumus-rumus, informasi spesifik, kejadian-kejadian, dan peraturan
- Cara belajar yang baik baginya adalah metode praktek
- Mengatur tugas-tugas secara bertahap
- Menyukai pengarahan atau prosedur
- Pebisnis yang baik
Kiat belajar bagi tipe SK
- Bangunlah kekuatan organisasional Anda
- Aturlah hari-hari anda secara realistis
- Buatlah jadwal teratur mengenai aktivitas/belajar Anda
- Ketahuilah semua detail yang diperlukan
- Pastikan Anda mengetahui segala sesuatu yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas Anda
- Bagilah tugas anda menjadi beberapa tahap
- Tentukan tenggat waktu supaya Anda tidak merasa harus terburu-buru
- Aturlah lingkungan kerta yang tenteram
- Ketahuilah apa saja yang dapat mengganggu konsentrasi belajar Anda dan singkirkanlah segera
ACAK KONKRIT
- Sikap eksperimental yang diiringi perilaku kurang terstruktur
- Berpikir berdasarkan kenyataan
- Melakukan pendekatan coba-coba
- Berpikiran kreatif
- Termotivasi untuk memakai cara sendiri
- Lebih berorientasi pada proses daripada hasil
- Jika punya proyek sering tidak berjalan sesuai rencana
Kiat jitu bagi pemikir AK
- Gunakan kemampuan berpikir Divergen
- Temukan ide-ide inovatif
- Lihatlah segala persoalan dari banyak arah
- Siapkan diri untuk memecahkan masalah
- Cermati waktu
- Berikan tenggat waktu untuk tiap tugas
- Usahakan untuk menyelesaikannya
- Terimalah kebutuhan Anda untuk berubah
- Jangan monoton
- Ubahlah situasi agar tak bosan
- Carilah dukungan bagi diri Anda
- Carilah orang yang setipe dan berhasil
SEKUENSIAL ABSTRAK
- Realitas bagi pemikir SA adalah dunia teori metafisis dan pemikiran abstrak
- Suka berpikir dalam konsep dan menganalisis informasi
- Sangat menghargai orangbatau peristiwa yang teratur rapi
- Menyukai hal-hal yang penting, detil
- Proses berfikir logis, rasional, dan intelektual
- Aktivitas favorit adalah membaca dan meneliti
- Lebih suka bekerja sendiri daripada kelompok
- Para filsuf dan ilmuwan
Kiat belajar bagi tipe SA
- Latihlah logika anda
- Ubahlah masalah menjadi situasi yang bersifat teoritis/logis dan pecahkan dengan cara itu
- Perbanyak rujukan anda (informasi)
- Bacalah secara detail hal-hal yang mendukung penyelsaian tugas Anda
- Upayakan keteraturan
- Buatlah langkah-langkah dan waktu yang diperlukan untuk melewati setiap langkah tsb.
- Analisislah orang-orang yang berhubungan dengan Anda
- Pahami dan tirulah gaya orang lain yang telah berhasil
ACAK ABSTRAK
- Dunia nyata bagi orang tipe AA adalah dunia perasaan dan emosi
- Menyerap ide/informasi/dan kesan dan mengaturnya dengan refleksi
- Hal ini membutuhkan waktu yang lama sehingga orang lain tidak menyangka kalau orang bertipe AA punya reaksi atau pendapat
- Tidak menyukai keteraturan
- Berpikir secara holistik
- Bekerja lebih baik pada situasi kreatif
- Perlu kerja keras jika berada pada situasi yang sangat teratur
Kiat belajar bagi tipe AA
- Gunakan kemampuan alamiah Anda untuk bekerjasama dengan orang lain
- Carilah orang yang bisa diajak kerjasama
- Ketauilah betapa kuat emosi mempengaruhi konsentrasi Anda
- Selesakan persoalan pribadi dengan cepat
- Hindari orang-orang negatif
- Bangunlah kekuatan belajar dengan berASOSIASI
- Lihatlah gambaran yang besar
- Cermati waktu
- Gunakan isyarat-isyarat VISUAL

